Insentif Hybrid dan PHEV Dorong Efisiensi BBM dan Kemandirian Industri
Kemenperin usulkan insentif fiskal dan nonfiskal untuk kendaraan hybrid, PHEV, dan REEV guna kurangi ketergantungan BBM bersubsidi dan tingkatkan daya saing industri otomotif nasional.
Redaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 12.07 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Perindustrian kini mempercepat kajian pemberian insentif bagi kendaraan hybrid, plug-in hybrid electric vehicle (PHEV), dan range extended electric vehicle (REEV). Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi menekan konsumsi bahan bakar minyak, terutama BBM bersubsidi, sekaligus mendukung transformasi industri otomotif nasional menuju lebih berkelanjutan. Menteri Perindustrian menegaskan bahwa kendaraan elektrifikasi dengan teknologi hibrida memiliki potensi besar dalam mengurangi emisi dan efisiensi energi.
Menurutnya, penerapan insentif tidak hanya berdampak pada penghematan energi, tetapi juga mendorong pengembangan ekosistem komponen lokal. Karena teknologi hybrid dan REEV masih memanfaatkan mesin pembakaran dalam (ICE), proses adaptasi produksi di dalam negeri tidak perlu mengubah seluruh sistem manufaktur. Hal ini memungkinkan industri komponen dalam negeri tetap berperan signifikan tanpa harus mengalihkan seluruh lini produksi.
Insentif yang dikaji tidak terbatas pada keringanan pajak, melainkan mencakup berbagai kebijakan nonfiskal yang langsung dirasakan masyarakat. Antara lain pembebasan aturan ganjil genap, penyediaan lahan parkir khusus, serta akses prioritas terhadap fasilitas pengisian daya listrik. Pemerintah menilai pendekatan ini lebih efektif dalam mendorong adopsi kendaraan ramah lingkungan tanpa menimbulkan beban anggaran negara yang besar.
Pembahasan kebijakan insentif ini diprioritaskan untuk diselesaikan dalam tahun ini, dengan memanfaatkan momentum kebijakan harga BBM sebagai pemicu perubahan struktural di sektor transportasi. Tujuannya adalah memperkuat daya saing industri otomotif nasional di tengah transisi global menuju mobilitas rendah emisi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Audi Bangun Pabrik di AS dengan Investasi Rp72 Triliun
Audi mengalokasikan dana 4 miliar dolar AS untuk membangun pabrik di Georgia, Amerika Serikat, dengan kapasitas produksi 200 ribu unit per tahun, guna memperkuat posisi di pasar Amerika Utara.
26 Oktober 2026

Hybrid dan REEV Diminta Dapat Insentif untuk Percepat Elektrifikasi
Gaikindo mendorong pemerintah memberikan insentif bagi mobil hybrid, PHEV, dan REEV guna percepatan elektrifikasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
26 Oktober 2026

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Seorang pengemudi ojek online yang mengalami kecelakaan akibat tabrakan dengan mobil BYD di Blok M masih menjalani perawatan medis setelah mengalami patah kaki kiri.
25 Oktober 2026

Penjualan Hyundai dan Kia di China Meleset di Bawah 10.000 Unit
Penjualan gabungan Hyundai dan Kia di China turun di bawah 10.000 unit pada September, mencatat penurunan tahunan signifikan dan menandai kinerja terlemah sepanjang tahun ini.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Ir. H. Andi Pangerang Umar Mantan Bupati Kolaka Meninggal Dunia di Usia 91 Tahun
Senin, 26 Oktober 2026, 13.11 WITA

UIN Kolaka Gelar Adu Kreativitas dalam Bulan Bahasa
Senin, 26 Oktober 2026, 13.06 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Menteri dengan Kinerja Terbaik Menurut Survei
Senin, 26 Oktober 2026, 12.27 WITA

18 Orang Diamankan dalam Gerebek Narkoba di Kampung Madani
Senin, 26 Oktober 2026, 12.26 WITA

Pramono Ajak Warga Dukung JRF 2026, Jakarta Semakin Diperhitungkan Global
Senin, 26 Oktober 2026, 12.26 WITA

Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, Penindakan Wajib Direkam
Senin, 26 Oktober 2026, 12.26 WITA

Mekanik Tangerang Kaget Dapat Tagihan Pajak McLaren Rp137 Juta
Senin, 26 Oktober 2026, 12.25 WITA

Pria di Madiun Tewaskan Istri Siri dan Anaknya dengan Cara Sadis
Senin, 26 Oktober 2026, 12.25 WITA

