Hybrid dan REEV Diminta Dapat Insentif untuk Percepat Elektrifikasi
Gaikindo mendorong pemerintah memberikan insentif bagi mobil hybrid, PHEV, dan REEV guna percepatan elektrifikasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Redaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 12.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mengusulkan agar insentif kendaraan listrik diperluas mencakup mobil hybrid, plug-in hybrid, serta range extender electric vehicle (REEV). Usulan ini disampaikan sebagai respons atas tantangan infrastruktur dan harga yang masih menjadi hambatan utama bagi mobilitas elektrik di berbagai daerah di Indonesia. Menurut Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto, kendaraan dengan teknologi hibrida menawarkan efisiensi bahan bakar yang jauh lebih baik dibandingkan mobil konvensional, karena mesin bensin hanya aktif dalam kondisi tertentu.
Kendaraan hybrid dinilai mampu menekan emisi karbon karena mesin pembakaran internal (ICE) beroperasi lebih sedikit dibandingkan mobil biasa. Dengan sistem penggerak listrik yang mendukung, penggunaan bahan bakar tidak terus-menerus diperlukan, sehingga mengurangi polusi. Selain itu, keberadaan infrastruktur pengisian daya yang belum merata di seluruh wilayah menjadi alasan utama kenapa mobil hybrid dan REEV tidak perlu bergantung pada stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).
Harga mobil hybrid dinilai lebih terjangkau dibandingkan mobil listrik murni (BEV) karena kapasitas baterai yang lebih kecil. Hal ini mengurangi biaya produksi secara signifikan, terutama karena baterai merupakan komponen paling mahal dalam kendaraan listrik. Dengan tetap memanfaatkan komponen ICE seperti knalpot, sistem pendingin, dan filter udara, industri dalam negeri tetap dapat menyerap kebutuhan komponen yang sudah berkembang.
Gaikindo menegaskan bahwa insentif tidak perlu diberikan secara setara dengan BEV, namun tetap perlu diberikan dalam bentuk yang proporsional. Upaya ini diharapkan dapat mendorong adopsi teknologi ramah lingkungan tanpa mengorbankan stabilitas industri dan ketersediaan pasar lokal. Pemerintah juga diminta mempertimbangkan kebijakan nonfiskal seperti keringanan ganjil genap dan akses parkir khusus bagi pemilik kendaraan hybrid dan REEV.
Peningkatan pemanfaatan kendaraan hibrida dinilai strategis dalam menjaga ketahanan energi nasional, terutama dalam mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak bersubsidi. Dengan memperluas insentif, pemerintah dapat mendorong transisi energi yang inklusif, menekan konsumsi BBM, dan mengurangi emisi tanpa memaksa konsumen ke dalam pilihan yang terlalu mahal atau terbatas secara infrastruktur.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Audi Bangun Pabrik di AS dengan Investasi Rp72 Triliun
Audi mengalokasikan dana 4 miliar dolar AS untuk membangun pabrik di Georgia, Amerika Serikat, dengan kapasitas produksi 200 ribu unit per tahun, guna memperkuat posisi di pasar Amerika Utara.
26 Oktober 2026

Insentif Hybrid dan PHEV Dorong Efisiensi BBM dan Kemandirian Industri
Kemenperin usulkan insentif fiskal dan nonfiskal untuk kendaraan hybrid, PHEV, dan REEV guna kurangi ketergantungan BBM bersubsidi dan tingkatkan daya saing industri otomotif nasional.
26 Oktober 2026

Sopir Ojol Korban Tabrakan Mobil BYD Masih Dirawat di RS Fatmawati
Seorang pengemudi ojek online yang mengalami kecelakaan akibat tabrakan dengan mobil BYD di Blok M masih menjalani perawatan medis setelah mengalami patah kaki kiri.
25 Oktober 2026

Penjualan Hyundai dan Kia di China Meleset di Bawah 10.000 Unit
Penjualan gabungan Hyundai dan Kia di China turun di bawah 10.000 unit pada September, mencatat penurunan tahunan signifikan dan menandai kinerja terlemah sepanjang tahun ini.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Ir. H. Andi Pangerang Umar Mantan Bupati Kolaka Meninggal Dunia di Usia 91 Tahun
Senin, 26 Oktober 2026, 13.11 WITA

UIN Kolaka Gelar Adu Kreativitas dalam Bulan Bahasa
Senin, 26 Oktober 2026, 13.06 WITA

Tito Karnavian Masuk Lima Menteri dengan Kinerja Terbaik Menurut Survei
Senin, 26 Oktober 2026, 12.27 WITA

18 Orang Diamankan dalam Gerebek Narkoba di Kampung Madani
Senin, 26 Oktober 2026, 12.26 WITA

Pramono Ajak Warga Dukung JRF 2026, Jakarta Semakin Diperhitungkan Global
Senin, 26 Oktober 2026, 12.26 WITA

Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai, Penindakan Wajib Direkam
Senin, 26 Oktober 2026, 12.26 WITA

Mekanik Tangerang Kaget Dapat Tagihan Pajak McLaren Rp137 Juta
Senin, 26 Oktober 2026, 12.25 WITA

Pria di Madiun Tewaskan Istri Siri dan Anaknya dengan Cara Sadis
Senin, 26 Oktober 2026, 12.25 WITA

