Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Lurah Diminta Jadi Penggerak Komunikasi Publik Berkualitas

Pelatihan humas bagi finalis Benyamin S Award 2026 tekankan pentingnya komunikasi efektif antara pemerintah kelurahan dan masyarakat.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Lurah Diminta Jadi Penggerak Komunikasi Publik Berkualitas📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Ketua Bidang Pelatihan Kehumasan PERHUMAS, Willy Bachtiar, menekankan peran strategis lurah sebagai penghubung utama antara pemerintah dan warga dalam menyampaikan kebijakan serta program pembangunan. Pelatihan yang diselenggarakan di Balai Kota Jakarta Pusat dihadiri oleh 10 lurah finalis BSA 2026 serta beberapa finalis BSA 2025, bertujuan memperkuat kapasitas komunikasi publik di tingkat kelurahan. Willy menyoroti kebutuhan mendesak para lurah untuk menjadi pelaku komunikasi yang proaktif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Ia menekankan bahwa komunikasi bukan sekadar penyampaian informasi, melainkan proses berkelanjutan yang melibatkan riset, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Materi pelatihan disusun berdasarkan delapan unit SKKNI, mencakup pemetaan pemangku kepentingan, penyusunan rencana komunikasi, serta pengelolaan media digital. Willy menilai bahwa banyak inisiatif positif yang telah dilakukan lurah, namun seringkali tidak tersampaikan secara optimal kepada publik.

Dalam konteks informasi yang sangat cepat bergerak, Willy mengingatkan agar kelurahan tidak terlambat dalam membentuk narasi publik. Ia menyoroti kelemahan dalam pengelolaan media sosial kelurahan yang masih sering kalah cepat dibandingkan isu-isu viral dari sumber lain. Ia menekankan perlunya produksi informasi yang terstruktur, terukur, dan berkualitas agar kebijakan dapat dipahami dan diterima masyarakat secara luas.

Para lurah finalis BSA 2026, yang berasal dari kelurahan Pulau Panggang, Kelapa Gading Timur, Malaka Sari, Utan Kayu Selatan, Srengseng, Sukabumi Utara, Taman Sari, Kebon Baru, Cilandak Barat, dan Kebon Sirih, telah menunjukkan komitmen tinggi dalam membangun lingkungan yang bersih, nyaman, dan sejahtera. Mereka juga menunjukkan inisiatif dalam menghidupkan nilai-nilai kebersamaan dan kreativitas ala Benyamin Sueb dalam membangun kota Jakarta yang berkelanjutan.

Pelatihan ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan BSA 2026 yang akan berakhir pada acara puncak pada 30 Oktober 2026. Melalui pelatihan ini, diharapkan para lurah mampu meningkatkan kapasitas komunikasi publik mereka, sehingga menjadi model pemerintahan yang lebih dekat, terbuka, dan dapat dipercaya oleh warga.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya