PHP Usang Ancam Keamanan Server Pemerintah dan Korporasi
Riset menemukan mayoritas server di Indonesia masih gunakan PHP versi lawas yang tak lagi aman, dengan sektor pemerintah dan korporasi paling rentan terhadap serangan siber.
Redaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemindaian menyeluruh terhadap server Indonesia yang terhubung langsung ke internet pada 23 Oktober 2026 mengungkap bahwa sekitar 89.193 host menjalankan PHP, dengan dominasi versi yang telah berhenti dukungan resmi dari pengembang. Dari total 99.896 identifikasi versi, hampir 70 persen menggunakan PHP versi End of Life (EOL), yang tidak lagi menerima pembaruan keamanan. Sementara itu, hanya 226 server dari keseluruhan yang telah menerapkan patch terbaru, menunjukkan tingkat perlindungan yang sangat minim.
Kerentanan ini paling tinggi terjadi pada sektor pemerintah dan korporasi. Di domain .go.id, 1.621 dari 1.677 server (96,7 persen) masih menggunakan PHP EOL, terutama versi 5.6.40 yang tidak didukung sejak 2018. Pada sektor perusahaan dengan domain .co.id, 4.495 dari 4.650 server (96,7 persen) juga mengandalkan versi usang yang sama. Sementara itu, institusi pendidikan seperti perguruan tinggi (.ac.id) mencatat 88,7 persen server menggunakan PHP EOL, terutama versi 7.4.33, sedangkan sekolah (.sch.id) menunjukkan 69,9 persen dari 73 host mengandalkan versi lawas.
Daftar 10 versi PHP paling banyak ditemukan menunjukkan dominasi versi yang tidak lagi aman. Tujuh di antaranya, termasuk PHP 5.6.40, 7.4.33, 5.6.19, dan 7.2.22, telah berhenti dukungan resmi. Sisanya, meski masih dalam dukungan, tetap rentan dan harus segera diperbarui ke rilis terbaru seperti 8.2.35. Ancaman utama dari kerentanan ini adalah eksekusi kode jarak jauh tanpa otentikasi, yang memungkinkan peretas mengambil alih server secara penuh.
Menurut pakar keamanan siber, tantangan utama bukan hanya pembaruan teknis, melainkan kompleksitas migrasi dari sistem warisan yang tidak kompatibel dengan PHP versi baru. Banyak sistem lama memerlukan perombakan kode besar agar bisa berjalan di PHP 8. Selain itu, dominasi PHP 8.2.12 di banyak server mengindikasikan penggunaan paket instalasi seperti XAMPP, yang dirancang untuk pengembangan, bukan untuk lingkungan produksi publik.
Untuk mengurangi risiko, dianjurkan audit menyeluruh terhadap seluruh server, termasuk yang tidak terpapar langsung ke internet. Semua sistem harus diperbarui ke rilis aman terbaru seperti 8.2.35 atau versi lebih baru. Migrasi bertahap dari versi EOL perlu direncanakan, sementara sistem yang belum siap harus dilindungi dengan WAF, VPN, dan pembatasan akses. Pengaturan expose_php=off pada php.ini serta pemantauan log server untuk anomali seperti error memori berulang juga menjadi langkah krusial untuk mencegah penyebaran serangan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lurah Diminta Jadi Penggerak Komunikasi Publik Berkualitas
Pelatihan humas bagi finalis Benyamin S Award 2026 tekankan pentingnya komunikasi efektif antara pemerintah kelurahan dan masyarakat.
26 Oktober 2026

700 Ribu Badan Usaha Diblokir Gara-Gara Tak Laporkan Pemilik Manfaat
Kementerian Hukum memblokir 700 ribu badan usaha yang belum melaporkan data pemilik manfaat, sebagai langkah mendukung transparansi dan keterbukaan data perusahaan.
26 Oktober 2026

Pemerintah Diminta Perluas Insentif Listrik untuk Truk dan Bus Komersial
Moeldoko menyerukan ekstensi insentif fiskal bagi truk dan bus listrik guna percepatan transisi energi dan pengurangan emisi karbon nasional.
26 Oktober 2026

Pentagon Rilis Dokumen Ketujuh soal Fenomena Udara Tak Dikenal
Pentagon AS mempublikasikan seri ketujuh dokumen terkait objek terbang tak dikenal, mencakup laporan lapangan, rekaman, dan catatan historis dari periode 1940-an hingga kini.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Suporter Muda Tewas Usai Menonton Laga di Pakansari
Senin, 26 Oktober 2026, 17.54 WITA

Penyelidikan Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald Dihentikan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Kompol Aditia Mulya Tutup Usia Setelah 7 Tahun Koma Akibat Pengeroyokan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Hakim Perintahkan Jaksa Lanjutkan Pembuktian Kasus Don Ritto dan Nurman
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Samsat Ciledug Blokir McLaren Usai Salah Tagih Pajak ke Mekanik
Senin, 26 Oktober 2026, 17.52 WITA

Susu dan Jerawat: Fakta Ilmiah di Balik Mitos Minum Susu
Senin, 26 Oktober 2026, 17.51 WITA

Pergeseran Pusat Ekonomi Batavia dari Kota Tua ke Pasar Baru
Senin, 26 Oktober 2026, 17.40 WITA

Honda Culture Indonesia Siap Meriahkan Puncak di GBK
Senin, 26 Oktober 2026, 17.39 WITA

