Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

QRIS Jadi Dasar Penilaian Kredit, Pengguna Capai 71 Juta

Bank Indonesia berencana memanfaatkan data transaksi QRIS sebagai acuan penilaian kelayakan kredit, seiring pertumbuhan pengguna yang mencapai 71 juta hingga akhir 2026.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
QRIS Jadi Dasar Penilaian Kredit, Pengguna Capai 71 Juta📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Bank Indonesia tengah mengkaji pemanfaatan data transaksi QRIS sebagai dasar penilaian kredit bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan bahwa penggunaan riwayat transaksi digital ini bertujuan meningkatkan akses keuangan bagi merchant yang selama ini kesulitan mendapatkan kredit melalui jalur konvensional.

Hingga akhir Oktober 2026, jumlah pengguna QRIS untuk transaksi mencapai 71 juta, meningkat dari 67 juta pada bulan September. Dari jumlah tersebut, sebanyak 49,4 juta merchant telah terdaftar, dengan 97 persennya merupakan pelaku UMKM. Pertumbuhan ini menunjukkan penetrasi teknologi pembayaran digital yang semakin merata di berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil.

Kebijakan ini didukung oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang menyambut baik penggunaan data transaksi QRIS sebagai informasi alternatif dalam menilai kelayakan kredit. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan di OJK menegaskan bahwa pendekatan ini dapat memperluas inklusi keuangan, terutama bagi pelaku usaha yang belum memiliki riwayat kredit formal.

Namun, OJK menekankan pentingnya menjaga prinsip perlindungan data pribadi, validitas informasi, serta kehati-hatian dalam penerapan sistem tersebut. Pemanfaatan data harus dilakukan dengan transparansi, akuntabilitas, dan mekanisme pengamanan yang memadai agar tidak menimbulkan risiko bagi konsumen.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya