Indonesia Harus Perdalam Hilirisasi untuk Naik Kelas Ekonomi
Gubernur BI menekankan perlunya perkuat industrialisasi dan hilirisasi guna tingkatkan nilai tambah sumber daya alam secara berkelanjutan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti, menegaskan bahwa upaya Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam harus dimulai dari pembenahan sistem industri secara menyeluruh. Menurutnya, negara masih terlalu banyak mengekspor produk setelah tahap pengolahan awal, padahal potensi nilai tambah jauh lebih besar jika proses industri diperdalam hingga tahap manufaktur akhir. Kebijakan yang berdiri sendiri tanpa koordinasi antar sektor, menurutnya, hanya akan menghambat transformasi ekonomi nasional.
Destry menyoroti rendahnya indeks kompleksitas ekonomi Indonesia, yang menunjukkan bahwa sebagian besar produk ekspor masih berada pada tahap pengolahan dasar. Ia menekankan bahwa ekspor tidak boleh menjadi akhir dari proses, melainkan bagian dari rantai nilai yang lebih panjang. Untuk itu, diperlukan transformasi sistemik: dari ekspor bahan mentah atau semi-olah menjadi produk akhir bernilai tinggi yang mampu bersaing di pasar global.
Dalam paparannya di forum investasi Danantara Technology Innovation Investment Forum 2026, ia menyoroti pentingnya peran ekosistem industri yang terintegrasi. Penguatan tenaga kerja, pemanfaatan teknologi, dan skala produksi yang efisien menjadi kunci agar industri nasional mampu bersaing. Ia menekankan bahwa hilirisasi bukan sekadar pembangunan pabrik pengolahan, melainkan pembentukan ekosistem yang mampu menciptakan inovasi dan nilai tambah berkelanjutan.
Destry juga menyoroti peran strategis Danantara sebagai pemicu pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kredibilitas dan keterbukaan terhadap investasi produktif. Ia berharap lembaga tersebut mampu menjadi penggerak utama dalam membuka proyek-proyek strategis, sekaligus membangun kepercayaan sektor swasta untuk berpartisipasi secara aktif. Dengan koordinasi antara pemerintah, swasta, dan lembaga keuangan, transformasi ekonomi dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.
Penguatan fondasi ekonomi, kata Destry, menjadi prasyarat agar Indonesia mampu menghadapi dinamika global yang dipengaruhi perubahan geopolitik dan kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan. Stabilitas sistem keuangan, rupiah, dan pembayaran yang terjaga menjadi fondasi utama untuk mendorong investasi dan pertumbuhan berkelanjutan. Hanya dengan pendekatan jangka panjang yang terencana dan terpadu, Indonesia dapat memanfaatkan potensi sumber daya alam untuk menjadi kekuatan ekonomi regional yang berdaya saing tinggi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

MBSS Teken Kontrak Rp6 T untuk Angkut Batu Bara 5 Tahun
PT Mitrabahtera Segara Sejati menandatangani kontrak jangka panjang senilai Rp6 triliun dengan GEL Group untuk pengangkutan batu bara selama lima tahun.
26 Oktober 2026

BUMI Perkuat Posisi di Sektor Pertambangan Global
PT Bumi Resources Tbk. resmi mengakuisisi perusahaan tambang Australia, Mount Margaret, melalui anak usahanya dengan nilai transaksi US$22 juta.
26 Oktober 2026

Pencabutan Izin Tambang Emas di Papua Tengah Ditetapkan
Pemerintah resmi mencabut izin operasional tambang emas PT Kristalin Ekalestari di Nabire, Papua Tengah, karena melanggar aturan penggunaan kawasan hutan dan tidak memiliki izin yang sah.
25 Oktober 2026

Uji Lapangan HD785-7 Hybrid EREV Dimulai di Pertambangan Indonesia
Uji lapangan alat berat hybrid EREV Komatsu dilakukan di lokasi pertambangan milik anak usaha United Tractors untuk mengukur efisiensi dan kinerja teknologi elektrifikasi.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Suporter Muda Tewas Usai Menonton Laga di Pakansari
Senin, 26 Oktober 2026, 17.54 WITA

Penyelidikan Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald Dihentikan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Lurah Diminta Jadi Penggerak Komunikasi Publik Berkualitas
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Kompol Aditia Mulya Tutup Usia Setelah 7 Tahun Koma Akibat Pengeroyokan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Hakim Perintahkan Jaksa Lanjutkan Pembuktian Kasus Don Ritto dan Nurman
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Samsat Ciledug Blokir McLaren Usai Salah Tagih Pajak ke Mekanik
Senin, 26 Oktober 2026, 17.52 WITA

700 Ribu Badan Usaha Diblokir Gara-Gara Tak Laporkan Pemilik Manfaat
Senin, 26 Oktober 2026, 17.52 WITA

Susu dan Jerawat: Fakta Ilmiah di Balik Mitos Minum Susu
Senin, 26 Oktober 2026, 17.51 WITA

