Danantara Ungkap Inefisiensi Berlapis di BUMN, Target Hemat US$3,5 Miliar
Pengungkapan transaksi berlapis antar BUMN oleh Danantara menunjukkan potensi penghematan hingga US$3,5 miliar per tahun jika struktur perusahaan disederhanakan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 17.31 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengungkap sistem operasional BUMN yang kompleks dan tidak efisien akibat praktik transaksi berlapis. Dony Oskaria, selaku Chief Operating Officer Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, menyatakan bahwa banyak perusahaan negara beroperasi sebagai entitas terpisah yang saling mengambil keuntungan dalam setiap tahap proses bisnis. Hal ini justru menaikkan biaya operasional secara signifikan tanpa memberikan nilai tambah nyata bagi sistem.
Salah satu contoh konkret disebutkan dalam pembangunan infrastruktur layanan Indihome di PT Telkom Indonesia Tbk, di mana proses instalasi serat optik harus melewati empat perusahaan berbeda. Setiap entitas mengambil margin keuntungan, sehingga total biaya akhir mencapai 150% lebih tinggi dibandingkan kompetitor. "Fakta ini tidak bisa dibantah. Biaya kami jauh lebih tinggi karena struktur berlapis yang tidak perlu," tegas Dony dalam paparan di Jakarta.
Pola serupa juga ditemukan di sektor energi, khususnya dalam distribusi produk Pertamina melalui Patra Niaga. Produk yang diproduksi kemudian dikendalikan oleh perusahaan pelayaran milik grup, yang kemudian menyewa pihak swasta untuk pengangkutan. Dony menyoroti ironi bahwa perusahaan pelayaran itu sendiri memperoleh keuntungan dari proses yang seharusnya bisa dilakukan secara langsung. Untuk mengatasi hal ini, Danantara telah menggabungkan tiga perusahaan hilir Pertamina—Patra Niaga, PIS, dan satu entitas internasional—menjadi satu entitas terintegrasi. Hasilnya terlihat dalam kurun waktu enam bulan pertama.
Secara keseluruhan, inefisiensi akibat transaksi berlapis diperkirakan menyebabkan kerugian hingga US$2 miliar per tahun. Jika ditambahkan dengan kerugian dari 52% perusahaan BUMN yang merugi, total kerugian mencapai sekitar US$1,5 miliar atau Rp20 triliun per tahun. Dony menegaskan bahwa dengan penutupan perusahaan-perusahaan yang tidak efisien, potensi penghematan tahunan bisa mencapai US$3,5 miliar. "Saya akan lebih fokus mengelola delapan perusahaan yang memberikan 97% dividen setiap tahunnya," tukasnya.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Periklindo Dorong Insentif Hybrid untuk Dukung Transisi Energi
Periklindo mendukung pemberian insentif nonfiskal bagi mobil hybrid sebagai bagian dari upaya percepatan transisi energi nasional dan pengurangan emisi.
26 Oktober 2026

Badai Musim Gugur Hantam Eropa, Listrik Padam dan Transportasi Terhenti
Badai Boelo dan Austen melanda Eropa utara dalam 24 jam, menyebabkan kematian, pemadaman listrik massal, dan gangguan transportasi di Inggris, Prancis, Jerman, serta wilayah Belanda dan Belgia.
26 Oktober 2026

Stok Beras Nasional Cukup hingga Juli-Agustus 2027
Pemerintah memastikan ketersediaan beras aman hingga 10 bulan ke depan, dengan total pasokan mencapai 25 juta ton tanpa impor selama dua tahun terakhir.
26 Oktober 2026

Protes Massal di Praha Tuntut Perlindungan Independensi Media
Ribuan warga turun ke jalan Praha menolak RUU perombakan pendanaan media publik yang dinilai mengancam kemerdekaan jurnalisme dan memperbesar pengaruh politik.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Suporter Muda Tewas Usai Menonton Laga di Pakansari
Senin, 26 Oktober 2026, 17.54 WITA

Penyelidikan Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald Dihentikan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Lurah Diminta Jadi Penggerak Komunikasi Publik Berkualitas
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Kompol Aditia Mulya Tutup Usia Setelah 7 Tahun Koma Akibat Pengeroyokan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Hakim Perintahkan Jaksa Lanjutkan Pembuktian Kasus Don Ritto dan Nurman
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Samsat Ciledug Blokir McLaren Usai Salah Tagih Pajak ke Mekanik
Senin, 26 Oktober 2026, 17.52 WITA

700 Ribu Badan Usaha Diblokir Gara-Gara Tak Laporkan Pemilik Manfaat
Senin, 26 Oktober 2026, 17.52 WITA

Susu dan Jerawat: Fakta Ilmiah di Balik Mitos Minum Susu
Senin, 26 Oktober 2026, 17.51 WITA

