Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Stok Beras Nasional Cukup hingga Juli-Agustus 2027

Pemerintah memastikan ketersediaan beras aman hingga 10 bulan ke depan, dengan total pasokan mencapai 25 juta ton tanpa impor selama dua tahun terakhir.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Stok Beras Nasional Cukup hingga Juli-Agustus 2027📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Ketersediaan beras di tingkat nasional dinyatakan aman hingga bulan Juli-Agustus 2027, berdasarkan perhitungan stok yang mencapai 25 juta ton. Angka ini mencakup hasil panen yang masih berada di lahan, stok di sektor distribusi, serta cadangan strategis di Perum Bulog. Pemerintah menegaskan tidak melakukan impor beras sejak tahun 2025, dan rencana impor untuk tahun 2026 juga dibatalkan, menunjukkan keandalan produksi domestik.

Dalam paparannya usai Rapat Koordinasi Terbatas di kantor Kemenko Pangan, Menteri Pertanian dan Kepala Badan Pangan Nasional menyebutkan bahwa kebutuhan konsumsi beras per bulan diperkirakan sebesar 2,5 juta ton. Dengan pasokan total sebanyak 25 juta ton, maka waktu penyediaan beras bisa menjangkau hingga 10 bulan ke depan. Angka ini menjadi bukti kuat bahwa sistem ketahanan pangan telah berjalan efektif.

Stok beras terbagi rata menjadi tiga komponen utama: 10 juta ton dari hasil panen yang masih berada di lahan, 10 juta ton tersebar di sektor hotel, restoran, katering, dan rumah tangga, serta 4,5 juta ton berupa cadangan pangan strategis di Perum Bulog. Komposisi ini menunjukkan distribusi yang merata dan terintegrasi, mampu menyerap fluktuasi permintaan pasar secara dinamis.

Pemerintah juga menekankan bahwa ancaman El Nino tidak berdampak signifikan terhadap produksi beras. Langkah antisipatif seperti perbaikan sistem irigasi, pemanfaatan pompa air, optimalisasi lahan, serta penyebaran benih padi tahan kekeringan telah dilakukan secara menyeluruh. Dengan pendekatan preventif ini, diharapkan produksi padi tetap stabil meskipun menghadapi kondisi iklim ekstrem.

Pernyataan ini menjadi jawaban terhadap kekhawatiran masyarakat terhadap kelangkaan beras di tengah cuaca ekstrem. Pemerintah menegaskan bahwa keterjaminan pasokan beras bukan hanya berbasis pada stok, tetapi juga pada kapasitas produksi dan manajemen distribusi yang terus diperkuat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya