Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Badai Musim Gugur Hantam Eropa, Listrik Padam dan Transportasi Terhenti

Badai Boelo dan Austen melanda Eropa utara dalam 24 jam, menyebabkan kematian, pemadaman listrik massal, dan gangguan transportasi di Inggris, Prancis, Jerman, serta wilayah Belanda dan Belgia.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Badai Musim Gugur Hantam Eropa, Listrik Padam dan Transportasi Terhenti📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Sebuah gelombang badai musim gugur yang dahsyat menghantam sejumlah wilayah Eropa pada akhir pekan, menyebabkan kerusakan luas dan kerugian manusia. Badai yang dikenal sebagai Boelo dan Austen menerjang Skotlandia, Inggris, Prancis, Jerman, serta wilayah-wilayah di Belanda dan Belgia dalam rentang waktu kurang dari satu hari. Angin kencang mencapai kecepatan hingga 135 kilometer per jam, merobohkan pohon, merusak kabel listrik, dan mengganggu jaringan komunikasi serta transportasi darat dan udara.

Di Skotlandia, satu korban jiwa dilaporkan akibat pohon tumbang di wilayah barat daya, khususnya di Argyll and Bute. Sementara itu, sejumlah jalan dan jalur kereta api terganggu akibat reruntuhan. Otoritas setempat mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi banjir yang mengancam sejumlah daerah. Di wilayah lain, Inggris mencatat lebih dari 82.000 rumah masih mengalami pemadaman listrik hingga hari berikutnya, dengan total lebih dari 400.000 rumah kehilangan aliran listrik pada puncak badai. Bahkan, struktur dermaga lama di Brighton, yang sebelumnya rusak akibat kebakaran, terlepas akibat ombak dan angin kencang.

Di Prancis, perusahaan listrik Enedis melaporkan sekitar 288.000 rumah kehilangan pasokan listrik pada puncak badai Austen. Hingga Minggu siang, sekitar 59.000 rumah masih belum pulih, terutama di wilayah Normandia dan Bretagne. Enedis mengerahkan sekitar 2.600 tenaga teknis untuk memperbaiki jaringan. Selain itu, kegiatan olahraga seperti maraton di Lille terganggu, dengan seorang pelari mengalami luka ringan akibat pohon yang tumbang di dekat garis start, sementara penyelenggaraan maraton tersebut menjadi pertama dalam 31 tahun terakhir.

Di Jerman, sekitar 10.000 rumah di sekitar Freiburg im Breisgau kehilangan listrik, menyebabkan gangguan pada jaringan telepon seluler. Rumah sakit utama di kota itu membatasi layanan non-darurat untuk memastikan ketersediaan sumber daya kritis. Dua orang terluka parah di Nastatten akibat perancah bangunan yang terbang akibat angin saat pasar musim gugur berlangsung. Badan meteorologi Jerman memperingatkan potensi angin kencang hingga 100 kilometer per jam di pesisir utara negara itu.

Dampak cuaca buruk juga merembet ke sektor penerbangan. Ratusan penerbangan di Eropa utara dibatalkan atau diubah rute, termasuk di Bandara Schiphol Amsterdam, yang membatalkan sekitar 90 penerbangan, terutama menuju Paris, Roma, dan Dublin. Di Belgia, empat orang terluka akibat pohon tumbang di Brussel. Badai ini menjadi salah satu dari rangkaian cuaca ekstrem awal musim gugur tahun ini, yang menurut para ahli berkaitan dengan tren perubahan iklim yang meningkatkan frekuensi dan intensitas peristiwa cuaca ekstrem di wilayah Eropa.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya