Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Perlu Perkuat Industri Hadapi Tantangan Global

Gubernur BI menekankan perlunya penguatan industrialisasi dan hilirisasi untuk menjaga daya saing di tengah gejolak geopolitik dan transformasi AI.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Indonesia Perlu Perkuat Industri Hadapi Tantangan Global📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Dalam forum inovasi teknologi tahunan, Gubernur Bank Indonesia menyoroti urgensi memperkuat fondasi ekonomi nasional melalui peningkatan kapasitas industri dan pendalaman proses hilirisasi sumber daya alam. Ia menegaskan bahwa potensi ekonomi Indonesia sangat besar, didukung oleh jumlah penduduk yang besar serta kekayaan alam yang melimpah, namun keunggulan tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan secara optimal.

Perubahan global yang dipicu oleh ketegangan geopolitik dan kemajuan teknologi buatan, khususnya kecerdasan buatan, telah mengubah dinamika perdagangan dan investasi lintas negara. Dalam konteks itu, Indonesia harus menyusun strategi ekonomi jangka panjang agar mampu bertahan dan berkembang. Destry menekankan perlunya kembali membangun industri sebagai pilar utama pertumbuhan, bukan hanya mengandalkan ekspor komoditas mentah.

Ia menyebut bahwa saat ini rantai nilai industri Indonesia masih terlalu pendek, dengan banyak produk yang diekspor setelah proses pengolahan awal saja. Hal ini menunjukkan rendahnya kompleksitas ekonomi nasional, di mana nilai tambah yang bisa dihasilkan belum maksimal. Untuk itu, diperlukan pendekatan yang lebih sistematis dalam memperpanjang rantai pasok domestik, mulai dari pengolahan bahan baku hingga produksi akhir dengan nilai tinggi.

Peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi, ketersediaan tenaga kerja terampil, serta pencapaian skala ekonomi menjadi kunci sukses industrialisasi. Destry juga menekankan pentingnya investasi produktif yang tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga meningkatkan kapasitas produksi dan menciptakan lapangan kerja berkualitas. Koordinasi antarlembaga dan perencanaan strategis jangka menengah menjadi syarat mutlak agar kebijakan tidak terpecah belah.

Di samping itu, Bank Indonesia siap mendukung iklim ekonomi yang kondusif melalui penjagaan stabilitas rupiah, sistem pembayaran, dan stabilitas sistem keuangan. Menurutnya, stabilitas ini merupakan fondasi penting agar pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dapat terwujud. Ia menilai inisiatif seperti Danantara dapat menjadi pendorong utama, dengan membuka peluang proyek strategis dan memperkuat kepercayaan sektor swasta untuk berinvestasi secara berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya