Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Tito Dorong Subsidi Listrik dan BBM Hadapi Inflasi Nataru

Menteri Dalam Negeri usulkan subsidi listrik, BBM, dan kendali tarif pesawat untuk cegah lonjakan inflasi jelang Natal dan Tahun Baru.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 17.33 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Tito Dorong Subsidi Listrik dan BBM Hadapi Inflasi Nataru📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengusulkan sejumlah insentif fiskal guna menekan potensi kenaikan inflasi di akhir tahun. Usulan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi terbatas yang digelar di Jakarta, di mana ia menekankan perlunya antisipasi terhadap lonjakan permintaan komoditas akibat mobilitas masyarakat yang meningkat selama periode libur Natal dan Tahun Baru.

Salah satu poin utama dalam usulan adalah penerapan subsidi listrik bagi pelanggan dengan daya 1.200 volt-ampere. Tito menilai kebijakan serupa di masa lalu mampu memberi dampak deflasi langsung, sehingga dapat menjadi alat efektif untuk menyeimbangkan tekanan harga di pasar. Ia menekankan bahwa pemerintah harus mencegah inflasi Desember tahun ini melampaui batas 3,5% secara year on year.

Selain listrik, Tito juga mengusulkan subsidi BBM serta peningkatan pasokan bahan bakar. Ia menyoroti kenaikan tarif angkutan udara sebagai salah satu pemicu utama kenaikan biaya hidup, yang berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat. Ia meminta Kementerian Perhubungan mengajak maskapai untuk tidak menetapkan tarif maksimal selama puncak musim liburan, meskipun permintaan tinggi.

Tito menegaskan bahwa peningkatan jumlah penumpang tidak harus diikuti dengan peningkatan harga maksimal. Ia menilai maskapai tetap bisa mendulang keuntungan dengan penyesuaian tarif yang lebih rasional, sehingga tidak memperparah tekanan inflasi. Ia meminta agar pemerintah daerah, Badan Pangan Nasional, dan Perum Bulog memperkuat operasi pasar serta bantuan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat.

Seluruh usulan ini kini sedang dalam proses pembahasan lebih lanjut dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto, guna menentukan kebijakan final menjelang periode Nataru. Tujuannya tetap sama: menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan rakyat di tengah lonjakan aktivitas ekonomi akhir tahun.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya