Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Periklindo Dorong Insentif Hybrid untuk Dukung Transisi Energi

Periklindo mendukung pemberian insentif nonfiskal bagi mobil hybrid sebagai bagian dari upaya percepatan transisi energi nasional dan pengurangan emisi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 17.39 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Periklindo Dorong Insentif Hybrid untuk Dukung Transisi Energi📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) menegaskan dukungan terhadap usulan insentif bagi kendaraan hybrid yang sedang dipertimbangkan Kementerian Perindustrian. Ketua Umum Periklindo, Moeldoko, menekankan bahwa kendaraan hybrid memiliki kontribusi signifikan dalam efisiensi konsumsi bahan bakar dan penurunan emisi karbon, sehingga layak mendapatkan pengakuan serupa dengan kendaraan listrik murni. Ia menilai bahwa teknologi hybrid bukan sekadar jembatan, melainkan bagian integral dari transformasi sektor transportasi berkelanjutan.

Untuk mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan, Periklindo menyarankan penerapan insentif nonfiskal yang sejalan dengan insentif fiskal. Salah satu upaya konkret yang sedang dibahas adalah penerapan zonasi khusus bagi pengguna kendaraan listrik, termasuk hybrid, di kawasan tertentu seperti pusat kota dan kawasan wisata. Moeldoko mencontohkan diskusi dengan sejumlah gubernur yang menyambut baik inisiatif tersebut, termasuk pengecualian dari aturan ganjil genap dan fasilitas parkir khusus.

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji menjelaskan bahwa insentif nonfiskal dirancang untuk menyertai kebijakan fiskal yang sudah berjalan, seperti pembebasan aturan ganjil genap bagi kendaraan listrik baterai penuh (BEV). Ia menyebut bahwa kendaraan hybrid, plug-in hybrid (PHEV), dan range extended electric vehicle (REEV) saat ini belum mendapatkan perlakuan serupa, sehingga perlu dirumuskan skema insentif yang seimbang. Langkah ini diharapkan mendorong penetrasi teknologi elektrifikasi tanpa mengabaikan alternatif yang telah terbukti efisien.

Pemerintah juga menilai bahwa fasilitas pendukung seperti tempat pengisian daya (charger) harus tersedia secara merata, terutama di kawasan strategis. Dengan kombinasi insentif administratif dan infrastruktur yang memadai, diharapkan masyarakat lebih tertarik mengadopsi kendaraan berbasis elektrifikasi. Tujuannya adalah mempercepat transisi energi nasional, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak bersubsidi, serta menjaga kualitas udara di kota-kota besar.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya