Pentagon Rilis Dokumen Ketujuh soal Fenomena Udara Tak Dikenal
Pentagon AS mempublikasikan seri ketujuh dokumen terkait objek terbang tak dikenal, mencakup laporan lapangan, rekaman, dan catatan historis dari periode 1940-an hingga kini.
Redaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 17.35 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Departemen Pertahanan Amerika Serikat secara resmi merilis koleksi dokumen ketujuh yang membahas fenomena anomali tak dikenal (UAP) kepada publik, menandai langkah lanjutan dalam transparansi pemerintah terhadap keberadaan objek terbang misterius. Rilis ini dilakukan pada Jumat (23/10) waktu setempat dan merupakan bagian dari program PRESIDENTIAL UNSEALING AND REPORTING SYSTEM FOR UAP ENCOUNTERS (PURSUE), yang diprakarsai sejak awal tahun ini. Dokumen-dokumen tersebut telah dideklasifikasi dan kini dapat diakses secara bebas melalui situs resmi WAR.GOV/UFO.
Dalam rilisan terbaru, terungkap laporan dari tiga agen federal yang melihat objek segitiga hitam misterius di dekat fasilitas militer terkunci. Objek tersebut dilaporkan bergerak dengan kecepatan tinggi tanpa meninggalkan jejak termal, bahkan tidak terdeteksi oleh peralatan termal yang digunakan. Selain itu, dokumen juga mencakup catatan historis mengenai penampakan UAP pada masa 1940–1950an, serta rekaman terkait aktivitas yang diduga terkait fenomena paranormal di Skinwalker Ranch, Utah.
Pengungkapan ini dilakukan sebagai respons atas perintah eksekutif yang diteken sebelumnya oleh mantan Presiden AS, yang menekankan pentingnya transparansi publik terhadap data pemerintah mengenai UAP. Sejak rilis pertama pada 8 Mei 2026, pemerintahan AS telah secara berkala mengungkapkan berkas-berkas asli yang sebelumnya diklasifikasikan, termasuk video, foto, dan laporan lapangan dari berbagai instansi. Semua materi tersebut dikumpulkan dalam satu lokasi digital tanpa perlu izin khusus.
Tujuan utama dari rilis ini adalah memastikan bahwa masyarakat memiliki akses langsung terhadap data yang relevan tanpa hambatan administratif. Pernyataan resmi dari Gedung Putih menyatakan bahwa sebelumnya, banyak informasi penting tentang fenomena ekstraterestrial justru dibatasi atau ditiadakan oleh pemerintahan sebelumnya, yang dianggap menghambat kebebasan informasi publik. Dengan pendekatan terbuka ini, pemerintah berharap dapat membangun kepercayaan dan mendorong studi ilmiah yang lebih objektif terhadap fenomena tersebut.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lurah Diminta Jadi Penggerak Komunikasi Publik Berkualitas
Pelatihan humas bagi finalis Benyamin S Award 2026 tekankan pentingnya komunikasi efektif antara pemerintah kelurahan dan masyarakat.
26 Oktober 2026

700 Ribu Badan Usaha Diblokir Gara-Gara Tak Laporkan Pemilik Manfaat
Kementerian Hukum memblokir 700 ribu badan usaha yang belum melaporkan data pemilik manfaat, sebagai langkah mendukung transparansi dan keterbukaan data perusahaan.
26 Oktober 2026

Pemerintah Diminta Perluas Insentif Listrik untuk Truk dan Bus Komersial
Moeldoko menyerukan ekstensi insentif fiskal bagi truk dan bus listrik guna percepatan transisi energi dan pengurangan emisi karbon nasional.
26 Oktober 2026

PHP Usang Ancam Keamanan Server Pemerintah dan Korporasi
Riset menemukan mayoritas server di Indonesia masih gunakan PHP versi lawas yang tak lagi aman, dengan sektor pemerintah dan korporasi paling rentan terhadap serangan siber.
26 Oktober 2026
Berita Lainnya

Suporter Muda Tewas Usai Menonton Laga di Pakansari
Senin, 26 Oktober 2026, 17.54 WITA

Penyelidikan Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald Dihentikan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Kompol Aditia Mulya Tutup Usia Setelah 7 Tahun Koma Akibat Pengeroyokan
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Hakim Perintahkan Jaksa Lanjutkan Pembuktian Kasus Don Ritto dan Nurman
Senin, 26 Oktober 2026, 17.53 WITA

Samsat Ciledug Blokir McLaren Usai Salah Tagih Pajak ke Mekanik
Senin, 26 Oktober 2026, 17.52 WITA

Susu dan Jerawat: Fakta Ilmiah di Balik Mitos Minum Susu
Senin, 26 Oktober 2026, 17.51 WITA

Pergeseran Pusat Ekonomi Batavia dari Kota Tua ke Pasar Baru
Senin, 26 Oktober 2026, 17.40 WITA

Honda Culture Indonesia Siap Meriahkan Puncak di GBK
Senin, 26 Oktober 2026, 17.39 WITA

