Senin, 26 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Merger Garuda dan Pelita Tunda Tahun 2026, Fokus Perbaikan Operasional

Proses merger Garuda Indonesia dengan Pelita Air ditunda hingga kondisi kedua maskapai siap secara operasional dan finansial, dengan fokus transformasi menyeluruh dan rebranding menyambut era baru.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 26 Oktober 2026, 17.32 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Merger Garuda dan Pelita Tunda Tahun 2026, Fokus Perbaikan Operasional📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pembenahan menyeluruh terus dilakukan di tubuh Garuda Indonesia dan Pelita Air sebelum rencana merger dilanjutkan. Menurut pernyataan resmi dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI) Danantara, proses penggabungan kedua entitas maskapai pelat merah belum dapat dilakukan karena keduanya masih dalam tahap pemulihan struktural dan operasional. Kondisi yang belum optimal membuat keputusan merger ditunda, demi menghindari risiko penumpukan beban keuangan dan operasional yang dapat mengganggu stabilitas ekosistem penerbangan nasional.

Transformasi bisnis kini menjadi prioritas utama, mencakup seluruh tahapan penerbangan—mulai dari pra-penerbangan, saat terbang, hingga pasca-penerbangan. Perbaikan mencakup proses check-in, layanan penumpang, kualitas armada, hingga standar pelayanan keseluruhan. Upaya ini dirancang untuk menciptakan pengalaman penerbangan yang lebih efisien, nyaman, dan profesional, sejalan dengan visi perbaikan kualitas layanan di seluruh jaringan Garuda Grup.

Seiring dengan transformasi operasional, Garuda Indonesia juga menjalani proses rebranding yang menyeluruh. Meski tetap mempertahankan nama besar yang telah dikenal luas, identitas visual dan operasional akan diperbarui secara menyeluruh. Termasuk dalam perubahan seragam, desain logo, hingga citra keseluruhan yang ingin lebih segar dan mencerminkan semangat baru. Proses ini sedang dalam review mendalam, dengan harapan menciptakan kesan modern dan dinamis bagi konsumen.

Sebelumnya, rencana merger sempat diproyeksikan rampung pada kuartal I 2026, dengan Garuda Indonesia sebagai entitas induk yang mengintegrasikan Citilink dan Pelita Air. Namun, prinsip kehati-hatian kini menjadi dasar utama, termasuk pemisahan antara masalah operasional dengan konsep strategis. Pemisahan ini dimaksudkan agar setiap elemen bisnis bisa dikaji secara objektif dan tidak terganggu oleh beban historis.

Di samping merger maskapai, Danantara juga mengeksekusi program konsolidasi BUMN dengan target mengurangi jumlah anak dan cucu perusahaan dari 1.043 menjadi 300 entitas pada tahun ini. Konsolidasi ini dilakukan berdasarkan sektor usaha untuk meningkatkan efisiensi, mengurangi tumpang tindih, dan memperkuat kinerja BUMN secara kolektif. Danantara akan terus memantau perkembangan transformasi Garuda Grup sebagai bagian dari komitmen terhadap kinerja dan keberlanjutan korporasi negara.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya