Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Demo Massal Meluas di Eropa Akibat Kekesalan terhadap Biaya Hidup dan Kebijakan Pemerintah

Aksi protes besar-besaran yang bermula dari Prancis akibat ketidakpuasan terhadap sistem pendidikan dan biaya hidup kini menyebar ke delapan negara Eropa dengan eskalasi kekerasan di beberapa lokasi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 15.45 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 54x dibuka
Demo Massal Meluas di Eropa Akibat Kekesalan terhadap Biaya Hidup dan Kebijakan Pemerintah📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Demonstrasi yang awalnya dipicu oleh aksi pelajar di Prancis atas ketidakpuasan terhadap sistem pendidikan kini telah menyebar ke berbagai kota besar di Eropa. Aksi yang berlangsung selama lebih dari tiga minggu ini tidak hanya melibatkan siswa, tetapi juga serikat pekerja, aktivis, dan kelompok sipil yang menuntut penurunan biaya hidup serta perbaikan layanan publik. Di Paris dan kota-kota lain seperti Limoges, kerusuhan terjadi saat malam hari, dengan sejumlah lokasi, termasuk menara balai kota bersejarah, terbakar akibat tindakan penjarahan dan pembakaran.

Di Italia, protes menyebar ke Roma, Milan, Bologna, dan Turin, dengan fokus utama pada kenaikan harga BBM dan inflasi yang merusak daya beli masyarakat. Aksi di Roma digelar oleh serikat pekerja CGIL sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintahan Perdana Menteri Giorgia Meloni. Di beberapa kota, demonstran yang menutupi wajah terlibat bentrok dengan polisi, menggunakan batu dan botol sebagai alat serangan, sementara kekuatan keamanan merespons dengan gas air mata dan water canon.

Di Albania, aksi unjuk rasa di Tirana berlangsung berhari-hari, menuntut reformasi pendidikan, penurunan biaya kuliah, dan penyelesaian korupsi. Aksi ini sempat memuncak dengan serangan terhadap gedung pemerintah dan bank, menimbulkan respons tegas dari kepolisian dengan penggunaan gas air mata dan penghalangan jalan dengan beton. Di Yunani, mahasiswa mendirikan tenda di Lapangan Syntagma Athena untuk menuntut penurunan sewa asrama dan peningkatan subsidi pendidikan, sementara aksi duduk di sekolah meningkat karena kekurangan guru.

Spanyol juga dilanda gelombang protes dengan nama Marea Verde, di mana guru dan pelajar menuntut peningkatan anggaran, gaji yang lebih layak, serta pengurangan jam mengajar. Di Belgia, ratusan demonstran, sebagian besar anak muda, turun ke jalan di Brussel, memprotes kenaikan biaya pendidikan dan kebijakan yang dianggap mengancam akses ke pendidikan tinggi. Polisi menanggapi dengan gas air mata dan meriam air, sementara sebagian demonstran membalas dengan membakar mobil dan menyerang fasilitas publik. Menteri Dalam Negeri Belgia menegaskan bahwa situasi di Brussel telah melampaui batas protes biasa dan memerlukan penanganan tegas.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya