Demo Meluas di Eropa, Kekerasan Meningkat di Italia hingga Albania
Aksi protes menentang kenaikan biaya hidup dan reformasi pendidikan merebak di Italia, Albania, dan Belgia, disertai bentrokan dan penggunaan kekuatan polisi yang memicu kekhawatiran atas eskalasi kekerasan.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 21.16 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 127x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Aksi unjuk rasa besar kembali terjadi di sejumlah kota utama di Italia pada Sabtu (17/10), dengan fokus di Milan, Turin, Bologna, dan Roma. Aksi tersebut dipicu oleh ketidakpuasan terhadap lonjakan harga bahan bakar dan beban biaya hidup yang semakin tinggi. Di Roma, serikat pekerja CGIL menggelar demonstrasi besar sebagai respons terhadap kebijakan pemerintahan Perdana Menteri Giorgia Meloni, menekankan kebutuhan reformasi ekonomi yang lebih adil.
Di Bologna, sekelompok demonstran muda yang menutupi wajah terlibat bentrokan dengan polisi, melemparkan batu dan botol. Kekerasan memicu respons tegas dari petugas yang menggunakan tongkat dan gas air mata. Di Turin, aksi protes menyerang partai politik nasionalis, National Future, yang dipimpin mantan jenderal Roberto Vannacci. Sementara itu, di Milan, bentrokan terjadi di Piazza del Duomo saat sekelompok demonstran melemparkan alat pemadam kebakaran, bom asap, dan perabot kafe ke arah petugas. Polisi menanggapi dengan meriam air dan tongkat pemukul.
Laporan awal menyebutkan sejumlah korban luka, termasuk seorang perempuan muda dan petugas polisi yang mengalami cedera kepala. Sebanyak 50 orang telah diamankan selama aksi berlangsung. Warga dan wisatawan di pusat kota berhamburan mencari perlindungan di toko dan gedung apartemen sekitar alun-alun. Aksi serupa juga terjadi di Albania, khususnya di Tirana, di mana protes berlangsung hingga lima hari berturut-turut dengan situasi yang tidak terkendali.
Demonstran di Albania menyerang kantor perdana menteri Edi Rama, kemudian bergerak menuju Mahkamah Agung dan membakar sejumlah bangunan dengan bom molotov. Mereka juga menyerang kantor Bank Albania dan cabang OTP Bank, memecahkan jendela dan membakar struktur. Pasukan khusus RENEA dibentuk untuk melindungi kantor pemerintah, tetapi tetap gagal menekan eskalasi. Mahasiswa dan aktivis menuntut pengunduran diri Rama serta reformasi sistem pendidikan tinggi.
Di Belgia, ratusan demonstran—sebagian besar pelajar—turun ke jalan di Brussel, memprotes kenaikan biaya pendidikan dan kebijakan yang dianggap mengancam akses terhadap pendidikan tinggi. Banyak dari mereka mengenakan penutup wajah dan meneriakkan slogan antifasis. Bentrokan terjadi antara demonstran dan polisi, yang menggunakan gas air mata dan meriam air. Sebagian mobil dibalikkan, menunjukkan eskalasi kekerasan. Menteri Dalam Negeri Bernard Quintin menegaskan bahwa situasi di Brussel telah melampaui batas protes biasa dan memerlukan tindakan tegas untuk menegakkan ketertiban.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Hakim Batalkan Vonis Kartel Bunga, AFPI Soroti Kepatuhan Regulator
Putusan pengadilan membatalkan dakwaan kartel bunga terhadap platform pinjaman daring, dengan menilai kepatuhan terhadap arahan OJK sebagai dasar operasional yang sah.
24 Oktober 2026

Vila Eks Hitler di Alpen Terbakar, Satu Tersangka Ditahan
Sebuah bangunan bersejarah milik Adolf Hitler di pegunungan Alpen terbakar, dengan satu orang ditangkap dan penyelidikan masih berlangsung.
24 Oktober 2026

Unjuk Rasa Massal Guncang Prancis, 135 Orang Ditangkap
Aksi protes besar-besaran di berbagai kota Prancis menewaskan 135 orang ditangkap, menyusul kemarahan sosial terhadap kebijakan pemerintah dan aksi kongres partai sayap kanan.
24 Oktober 2026

Pimpinan CTIF di Singapura Tekankan Kolaborasi Intelijen Anti-Terorisme
Mayjen TNI Rio Firdianto memimpin rapat CTIF Council di Singapura, perkuat sinergi intelijen sembilan negara hadapi ancaman terorisme sekaligus peringati lima tahun berdirinya fasilitas kolaborasi tersebut.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

