Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Demo Meluas di Eropa, Kekerasan Meningkat di Italia hingga Albania

Aksi protes menentang kenaikan biaya hidup dan reformasi pendidikan merebak di Italia, Albania, dan Belgia, disertai bentrokan dan penggunaan kekuatan polisi yang memicu kekhawatiran atas eskalasi kekerasan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 21.16 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 127x dibuka
Demo Meluas di Eropa, Kekerasan Meningkat di Italia hingga Albania📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Aksi unjuk rasa besar kembali terjadi di sejumlah kota utama di Italia pada Sabtu (17/10), dengan fokus di Milan, Turin, Bologna, dan Roma. Aksi tersebut dipicu oleh ketidakpuasan terhadap lonjakan harga bahan bakar dan beban biaya hidup yang semakin tinggi. Di Roma, serikat pekerja CGIL menggelar demonstrasi besar sebagai respons terhadap kebijakan pemerintahan Perdana Menteri Giorgia Meloni, menekankan kebutuhan reformasi ekonomi yang lebih adil.

Di Bologna, sekelompok demonstran muda yang menutupi wajah terlibat bentrokan dengan polisi, melemparkan batu dan botol. Kekerasan memicu respons tegas dari petugas yang menggunakan tongkat dan gas air mata. Di Turin, aksi protes menyerang partai politik nasionalis, National Future, yang dipimpin mantan jenderal Roberto Vannacci. Sementara itu, di Milan, bentrokan terjadi di Piazza del Duomo saat sekelompok demonstran melemparkan alat pemadam kebakaran, bom asap, dan perabot kafe ke arah petugas. Polisi menanggapi dengan meriam air dan tongkat pemukul.

Laporan awal menyebutkan sejumlah korban luka, termasuk seorang perempuan muda dan petugas polisi yang mengalami cedera kepala. Sebanyak 50 orang telah diamankan selama aksi berlangsung. Warga dan wisatawan di pusat kota berhamburan mencari perlindungan di toko dan gedung apartemen sekitar alun-alun. Aksi serupa juga terjadi di Albania, khususnya di Tirana, di mana protes berlangsung hingga lima hari berturut-turut dengan situasi yang tidak terkendali.

Demonstran di Albania menyerang kantor perdana menteri Edi Rama, kemudian bergerak menuju Mahkamah Agung dan membakar sejumlah bangunan dengan bom molotov. Mereka juga menyerang kantor Bank Albania dan cabang OTP Bank, memecahkan jendela dan membakar struktur. Pasukan khusus RENEA dibentuk untuk melindungi kantor pemerintah, tetapi tetap gagal menekan eskalasi. Mahasiswa dan aktivis menuntut pengunduran diri Rama serta reformasi sistem pendidikan tinggi.

Di Belgia, ratusan demonstran—sebagian besar pelajar—turun ke jalan di Brussel, memprotes kenaikan biaya pendidikan dan kebijakan yang dianggap mengancam akses terhadap pendidikan tinggi. Banyak dari mereka mengenakan penutup wajah dan meneriakkan slogan antifasis. Bentrokan terjadi antara demonstran dan polisi, yang menggunakan gas air mata dan meriam air. Sebagian mobil dibalikkan, menunjukkan eskalasi kekerasan. Menteri Dalam Negeri Bernard Quintin menegaskan bahwa situasi di Brussel telah melampaui batas protes biasa dan memerlukan tindakan tegas untuk menegakkan ketertiban.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya