Senin, 12 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Dua Mahasiswa Tel-U Dikeluarkan Akibat Aksi Bullying di Asrama

Universitas Telkom mengeluarkan dua mahasiswa setelah terbukti melakukan bullying terhadap sesama mahasiswa baru di asrama, dengan sanksi drop out sebagai tindakan tegas.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 09.29 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 4x dibuka
Dua Mahasiswa Tel-U Dikeluarkan Akibat Aksi Bullying di Asrama📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kasus perundungan yang melibatkan dua mahasiswa Telkom University (Tel-U) telah berakhir dengan keputusan tegas dari pihak kampus. Setelah melalui proses pemeriksaan mendalam, kedua pelaku dikeluarkan secara permanen dari institusi akademik. Keputusan ini diambil berdasarkan bukti yang ditemukan dan ketentuan internal yang berlaku, menunjukkan komitmen kampus terhadap penegakan disiplin dan perlindungan terhadap mahasiswa.

Rektor Tel-U, Suyanto, menyampaikan permohonan maaf secara resmi atas kejadian yang menimpa korban. Ia menekankan bahwa tindakan kekerasan dan perundungan tidak pernah diperbolehkan dalam lingkungan kampus. Menurutnya, kejadian ini menjadi cerminan penting untuk memperkuat budaya akademik yang inklusif, aman, dan saling menghargai. Kampus juga menegaskan bahwa semua bentuk kekerasan, baik fisik maupun psikologis, tidak akan ditoleransi.

Sanksi berat yang diberikan berupa pengeluaran dari kampus, atau yang biasa disebut drop out, merupakan bentuk penegakan hukum internal yang diambil setelah evaluasi menyeluruh. Wakil Rektor III, Ratri Wahyuningtyas, menjelaskan bahwa keputusan ini bukan tanpa pertimbangan, melainkan hasil dari proses yang transparan dan berbasis bukti. Ia menegaskan bahwa tidak ada motif dendam dalam kasus ini, karena pelaku dan korban sama-sama baru bergabung di kampus dan tidak memiliki hubungan sebelumnya.

Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh mahasiswa, kedua pihak—pelaku maupun korban—ditempatkan di asrama yang berbeda, dengan pendampingan khusus. Upaya ini dilakukan sebagai langkah preventif guna mencegah eskalasi dan memastikan tidak terjadi konflik lanjutan. Kampus juga mengapresiasi respons cepat dari kalangan mahasiswa yang mengecam aksi tersebut secara luas, termasuk dari beberapa mahasiswa yang menyampaikan keprihatinan dan tuntutan tindakan tegas.

Pihak kampus menegaskan bahwa kasus ini menjadi pembelajaran penting bagi seluruh komunitas akademik. Tel-U berkomitmen untuk terus memperbaiki sistem pendampingan, memperkuat budaya kampus yang sehat, dan memastikan bahwa setiap mahasiswa merasa aman dan dihargai. Dengan langkah ini, kampus berharap dapat menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari kekerasan dan mendukung pertumbuhan pribadi secara utuh.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya