Senin, 12 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Serangan Rudal Houthi Hantam Bandara Riyadh, 14 Tewas dan Ratusan Terluka

Serangan rudal oleh kelompok Houthi di Bandara King Khalid Riyadh pada 10 Oktober 2026 menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300, termasuk jamaah umrah, menyebabkan penutupan sementara operasional bandara.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 09.00 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 9x dibuka
Serangan Rudal Houthi Hantam Bandara Riyadh, 14 Tewas dan Ratusan Terluka📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pada Sabtu, 10 Oktober 2026, Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, menjadi sasaran serangan rudal yang dilakukan oleh kelompok Houthi dari Yaman. Rekaman video dari sistem pengawasan menunjukkan detik-detik ledakan terjadi di area boarding gate terminal 3, saat sejumlah penumpang, yang sebagian besar diduga jamaah umrah, sedang mengantri dan berada di ruang tunggu. Aksi tersebut merekam momen ketegangan saat cahaya terang menyapu area sebelum ledakan menghancurkan struktur dan memicu kepanikan massal.

Dalam rekaman yang telah diverifikasi melalui stempel waktu, terlihat para penumpang, baik pria dengan pakaian putih khas umrah maupun wanita berpakaian hitam panjang, berada dalam kondisi normal sebelum serangan. Setelah ledakan, tampak kerumunan berlarian mencari tempat berlindung di tengah kepulan asap tebal. Otoritas Penerbangan Sipil Saudi menyatakan bahwa insiden tersebut menyebabkan 13 korban tewas dan lebih dari 300 orang mengalami luka-luka ringan hingga berat.

Serangan serupa terjadi kembali pada Minggu sore waktu setempat, dengan satu warga Pakistan tewas dan 11 lainnya terluka. Kondisi kerusakan material sedang dievaluasi, sementara fasilitas komunikasi dan radar udara mengalami gangguan parah. Sebagai respons, otoritas bandara menghentikan semua operasi penerbangan, yang diperpanjang hingga pukul 21.00 GMT (00.00 waktu Arab Saudi), berdasarkan data dari Flightradar24 dan sumber penerbangan senior.

Penutupan tersebut menimbulkan dampak signifikan terhadap lalu lintas udara internasional, dengan ratusan penerbangan dibatalkan atau diubah rute. Kondisi ini menegaskan kerentanan infrastruktur penerbangan di wilayah strategis saat konflik regional berlanjut. Pihak berwenang tetap menegaskan bahwa keamanan penumpang menjadi prioritas utama, dan evaluasi menyeluruh atas kerusakan akan dilakukan sebelum bandara kembali beroperasi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Tonton Videonya

Berita Terkait

Berita Lainnya