Dua Tahun Prabowo-Gibran: Ruang Digital Terus Ditekan, Warga Mengalami Intimidasi
Dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dinilai gagal menjaga kebebasan berpendapat di ruang digital, dengan meningkatnya pembatasan konten dan ancaman terhadap warganet.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 17.37 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 93x dibuka
📷 BBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Dua tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menunjukkan tren yang memprihatinkan dalam perlindungan kebebasan berekspresi di ranah digital. Laporan terbaru dari organisasi masyarakat sipil SAFEnet mencatat lonjakan signifikan terhadap insiden digital, termasuk pemblokiran konten, peretasan, dan ancaman langsung terhadap pengguna. Data yang dirilis menunjukkan 1.087 kasus serangan digital pada periode 2025–2026, dengan 269 laporan terkait ancaman, 194 kasus peretasan, serta 156 insiden doxing yang membahayakan privasi warga.
Kondisi ini diperparah oleh berbagai pengalaman nyata yang dilaporkan oleh warga. Seorang ibu rumah tangga, Rara, mengungkapkan pengalamannya setelah membalas unggahan di platform Thread yang menyentuh isu politik di lingkaran Presiden. Dalam hitungan jam, ia menerima lebih dari sepuluh panggilan dari nomor tak dikenal. Pemanggil tersebut menyebutkan nama lengkapnya dan menuntut penghapusan unggahannya dalam waktu 24 jam, dengan ancaman akan menghubunginya kembali jika tidak mematuhinya. Ketakutan terhadap keselamatan keluarga membuat Rara memilih menghapus konten tersebut, meskipun ia menyatakan tidak memiliki afiliasi politik atau niat provokatif.
Pengalaman serupa dialami seorang mahasiswa di Jawa Tengah yang sedang melakukan live streaming aksi penolakan terhadap RUU TNI. Saat itu, ponselnya direbut dan dibanting oleh seseorang yang diduga personel militer. Ia juga mengalami fisik berupa pengerahan tangan hingga terluka. Setelah kejadian itu, ia mengaku trauma dan kini lebih berhati-hati dalam menyampaikan kritik publik, bahkan dalam lingkup akademik. Kasus ini menunjukkan adanya potensi kriminalisasi terhadap aktivitas jurnalistik atau pengawasan sosial yang dilakukan warga biasa.
Pemerintah, melalui Deputi III Bakom RI, menyatakan tetap menghargai masukan dari masyarakat sipil terkait kondisi ruang digital. Namun, pihak tersebut menekankan keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan pencegahan penyalahgunaan teknologi yang merugikan. Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Digital belum memberikan respons resmi terhadap laporan-laporan tersebut. Di tengah ketidakjelasan respons resmi, banyak warga kini memilih untuk tidak menyampaikan kritik secara terbuka, takut menjadi sasaran intimidasi atau pengungkapan data pribadi.
Dalam dua tahun pemerintahan ini, kebebasan berpendapat yang seharusnya menjadi fondasi demokrasi justru terancam oleh praktik yang semakin terstruktur. Kegelisahan warga terhadap pembatasan konten, teror telepon, hingga ancaman fisik menunjukkan bahwa ruang digital telah kehilangan ruang aman untuk ekspresi kritis. Masyarakat kini lebih memilih diam daripada berbicara, bukan karena tidak ada yang ingin disampaikan, tetapi karena takut akan konsekuensi yang tidak terduga.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026

48 Juta Keluarga Ditetapkan Jadi Penerima Bansos Digital hingga 2026
Pemerintah menargetkan 48 juta keluarga terdaftar dalam sistem Perlinsos Digital pada akhir 2026 sebagai bagian dari reformasi pendataan bantuan sosial.
24 Oktober 2026

Asep Surya Atmaja Dilantik Jadi Bupati Bekasi, Dedi Mulyadi Tekankan Layanan Kesehatan Prioritas
Asep Surya Atmaja resmi menjabat Bupati Bekasi definitif untuk sisa masa jabatan 2025–2030, dengan fokus utama pada peningkatan layanan kesehatan dan kesejahteraan warga asli.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Veloz Hybrid Puncaki Penjualan Hybrid di Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

BYD Atto 1 Kuasai Pasar Mobil Listrik September 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

Sepeda Listrik Diskon 50% di Transmart, Mulai Rp3,68 Juta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.05 WITA

LCGC Mulai Tergerus, Industri Tawarkan Solusi Hybrid
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

Teknologi REEV Dorong Hemat BBM 65 Km Per Liter
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

BYAN Buka Suara Soal Transaksi Saham ke Jhonlin Baratama
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

BRI Perkuat Nilai Saham Lewat Buyback Rp1 Triliun
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.04 WITA

