Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Dua Wamen Baru Resmi Dilantik untuk Perkuat Strategi dan Modernisasi Pertahanan

Penunjukan dua wakil menteri baru di Kementerian Pertahanan bertujuan mempercepat pembangunan kekuatan militer dan kemandirian industri pertahanan nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 12.01 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 127x dibuka
Dua Wamen Baru Resmi Dilantik untuk Perkuat Strategi dan Modernisasi Pertahanan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kementerian Pertahanan Republik Indonesia secara resmi melantik dua jabatan baru dalam struktur kepemimpinan, yaitu Wakil Menteri Pertahanan Bidang Strategi, Doktrin, dan Pembangunan Kekuatan serta Wakil Menteri Pertahanan Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi. Kedua posisi ini dirancang untuk mendukung penguatan sistem pertahanan nasional dari dua aspek krusial: perencanaan strategis jangka panjang dan modernisasi alat utama sistem senjata.

Jenderal TNI Richard Taruli Horja Tampubolon ditunjuk sebagai Wakil Menteri di bidang strategi dan doktrin, mengambil alih tugas menyusun arahan kebijakan pertahanan, menyusun doktrin militer, serta merancang pembangunan kekuatan TNI dalam jangka waktu yang lebih luas. Peran ini dinilai menentukan arah kebijakan pertahanan negara dalam menghadapi tantangan ancaman masa depan.

Di sisi lain, Marsekal TNI Yusuf Jauhari ditugaskan sebagai Wakil Menteri di bidang logistik, industri pertahanan, dan teknologi. Tugasnya mencakup pengelolaan rantai pasok logistik, percepatan modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista), serta pengembangan ekosistem industri pertahanan dalam negeri. Penguatan sektor ini menjadi kunci untuk mencapai kemandirian dalam memenuhi kebutuhan pertahanan tanpa ketergantungan eksternal.

Kedua pejabat baru tersebut diberikan otorisasi langsung di bawah kendali Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, memastikan koordinasi yang efektif dan tidak terjadi tumpang tindih fungsi. Menurut sumber resmi di lingkungan Kemhan, pengalaman profesional masing-masing tokoh dinilai sangat relevan—Richard dari latar belakang infanteri dan strategi tempur, sementara Yusuf memiliki rekam jejak kuat dalam pengelolaan logistik militer. Keduanya diharapkan mampu bekerja secara sinergis untuk mewujudkan pertahanan negara yang tangguh dan berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya