Ekonomi RI Tetap Stabil di Tengah Tantangan Global
Menteri Koordinator Ekonomi dan Menteri Keuangan melaporkan stabilitas ekonomi Indonesia kepada Presiden dalam rapat evaluasi dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 21.01 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 97x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Republik Indonesia telah menerima laporan terkini dari tim ekonomi pemerintah mengenai kondisi perekonomian nasional menjelang akhir tahun 2026. Dalam pertemuan di Istana Negara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menyampaikan bahwa seluruh indikator makro ekonomi tetap berada dalam kendali, termasuk pertumbuhan ekonomi, inflasi, serta stabilitas sistem perbankan dan investasi. Laporan ini disampaikan sebagai bagian dari evaluasi akhir periode dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo-Gibran.
Airlangga menekankan bahwa pemerintah terus memperkuat daya tahan ekonomi melalui pendekatan terintegrasi. Peningkatan ekspor menjadi salah satu fokus utama, khususnya dari sektor manufaktur yang menjadi pilar utama pertumbuhan. Untuk mengatasi hambatan ekspor, pemerintah akan mengerahkan Satgas khusus guna menyelesaikan permasalahan logistik, regulasi, dan akses pasar. Langkah ini diharapkan mampu mendorong ekspor nasional secara signifikan di sisa tahun ini.
Menteri Keuangan turut memperkuat laporan tersebut dengan menyebutkan bahwa kinerja perekonomian tetap resilien di tengah tekanan global. Indikator seperti pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi, serta defisit APBN tetap berada dalam target yang ditetapkan. Ia menegaskan bahwa kebijakan fiskal tetap berjalan secara seimbang, dengan fokus pada efisiensi anggaran tanpa mengurangi dukungan terhadap sektor penting.
Pada kuartal IV-2026, belanja negara diproyeksikan mencapai sekitar Rp1.300 triliun, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1.200 triliun. Peningkatan ini ditujukan untuk mendorong aktivitas ekonomi domestik, termasuk peningkatan layanan publik dan penyaluran bantuan sosial serta bantuan pangan. Dengan demikian, stimulus fiskal tetap menjadi alat utama dalam menjaga konsumsi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sekjen D-8 tegaskan peran strategis negara anggota dalam menjaga stabilitas global dan memperkuat kerja sama ekonomi melalui transformasi hijau dan digital.
24 Oktober 2026

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Monako meraih posisi teratas dalam indeks tempat tinggal terbaik dunia 2026 berdasarkan evaluasi lima aspek kunci, termasuk kualitas hidup dan keamanan.
24 Oktober 2026

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

