El Nino Intensif Dorong Kebijakan Antisipasi Cuaca Ekstrem
El Nino diperkirakan mencapai puncak kekuatan hingga Februari 2027, berpotensi picu banjir, kekeringan, dan dampak serius pada sektor pariwisata serta kesehatan global.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 23.07 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 24x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperbarui perkiraan bahwa fenomena El Nino akan berlanjut hingga Februari 2027, dengan intensitas yang diperkirakan mencapai level sangat kuat pada akhir 2026. Perubahan iklim global ini diproyeksikan memengaruhi pola curah hujan dan suhu di berbagai wilayah, memicu gelombang panas di Eropa, banjir di Asia Tenggara, dan kekeringan di kawasan Afrika Timur. Kondisi ini menimbulkan risiko ekstrem yang merambat ke sektor ekonomi, sosial, dan kesehatan masyarakat.
El Nino merupakan perubahan alami dalam sirkulasi atmosfer dan lautan di Samudra Pasifik, terjadi secara periodik dengan rentang dua hingga tujuh tahun. Pada kondisi normal, angin pasat mendorong air hangat ke arah Asia, sementara air dingin naik dari kedalaman di sekitar Amerika Selatan. Namun saat El Nino terjadi, melemahnya angin pasat menyebabkan air hangat bergerak ke timur, mengubah pola sirkulasi atmosfer dan menyebabkan perubahan cuaca global yang signifikan.
Dampak yang dirasakan mencakup hujan lebat di wilayah tertentu seperti Thailand dan Nepal, serta kekeringan parah di negara-negara seperti Nigeria, Sudan, dan India. Berdasarkan analisis Climate Impact Lab, sekitar 450.000 kematian diperkirakan terjadi hingga Februari 2027 akibat banjir, kekeringan, dan kebakaran hutan, dengan negara-negara seperti Indonesia, India, dan Nigeria menempati posisi teratas dalam jumlah korban perkiraan.
Untuk mengurangi risiko, otoritas setempat dan penyelenggara pariwisata disarankan memperkuat sistem peringatan dini dan koordinasi antisipasi. Wisatawan diminta memantau prakiraan cuaca secara berkala, memeriksa status transportasi, serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah daerah. Tidak semua destinasi akan terdampak serupa, karena dampak El Nino bersifat regional dan bergantung pada musim serta lokasi geografis.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Gubernur Kalteng lakukan penanaman pohon di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan sebagai bagian dari rehabilitasi lingkungan dan ajakan bersama jaga kelestarian alam.
24 Oktober 2026

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman meninjau program BSPS di Cengkareng untuk memastikan bantuan bedah rumah sampai tepat sasaran kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
24 Oktober 2026

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

