Empat Petugas Gugur dalam Upaya Padamkan Karhutla di Bromo Tengger Semeru
Komisi IV DPR mendesak penanganan darurat karhutla setelah empat petugas tewas dan ratusan lainnya terluka, dengan 277 ribu kasus ISPA tercatat di tujuh provinsi.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 17.48 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 26x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Ketegangan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menewaskan empat petugas pemadam di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Probolinggo, pada Kamis (15/10). Peristiwa tersebut menambah jumlah korban jiwa akibat kebakaran musim kering yang terus berulang dalam beberapa bulan terakhir. Tiga dari empat korban meninggal di lokasi, sementara satu lainnya meninggal setelah sempat dirawat akibat luka bakar parah akibat terjebak api di area Mentigen.
Korban tewas terdiri dari Sukaris (55 tahun), Wisnu Yuda Pratama (25), Sefriel Ardiansyah (19), dan Hendra Rony Wagiyanata, yang merupakan anggota Manggala Agni Pemula dari Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I. Hendra, akrab disapa Cak Panda, sempat selamat dari insiden sebelumnya di lokasi yang sama, namun kondisinya memburuk akibat cedera bakar berat. Dua korban lain masih menjalani perawatan intensif, yakni Munawi dari satuan Masyarakat Peduli Api dan Suraji, petugas keamanan hotel di sekitar lokasi kejadian.
Data dari Kementerian Kesehatan mencatat hingga 12 Oktober 2026, terdapat 277.075 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat asap karhutla di 63 kabupaten/kota dari tujuh provinsi terdampak. Dari jumlah tersebut, 62.400 kasus (22,5%) menimpa anak usia 0–5 tahun. Selain itu, tercatat 324 luka berat dan 23 luka ringan yang tersebar mayoritas di Kalimantan Tengah, menunjukkan dampak kemanusiaan yang meluas dan tidak hanya terbatas pada daerah terbakar.
Komisi IV DPR menegaskan bahwa karhutla telah melampaui batas bencana lingkungan, kini telah menyentuh kehidupan manusia secara langsung—dari kehilangan nyawa hingga kerusakan ekosistem dan kerugian sosial. Pihaknya mendesak Presiden Prabowo untuk segera mengambil langkah tegas dan menyiapkan peralatan penanggulangan yang memadai, mengingat kondisi yang memburuk setiap tahun. Mereka juga menekankan pentingnya kerja sama nasional dan internasional, seperti bantuan teknis dari negara lain, agar krisis ini tidak terus berulang.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dorong transformasi madrasah menuju lingkungan belajar inklusif, aman secara digital, dan berkeadilan melalui kolaborasi semua pihak.
24 Oktober 2026
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Kontingen Sulawesi Utara keluar sebagai juara umum Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi ke-60 Seri 2 tahun 2026, mengamankan Piala Presiden dalam perhelatan nasional.
24 Oktober 2026

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Studi menunjukkan bahwa kebahagiaan dapat dibangun melalui gaya hidup sehat, interaksi sosial, dan tujuan jangka panjang.
24 Oktober 2026

Pupuk Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Lewat Irigasi Berkelanjutan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan sistem irigasi di lima daerah, termasuk Gunungkidul, untuk tingkatkan produktivitas pertanian di lahan tadah hujan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

Honda Bikers Day 2026 Tancapkan Semangat Kebangkitan di Ambarawa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.10 WITA

