Empat Tokoh yang Mendominasi Ekonomi Orde Baru
Empat pengusaha muda pada era Orde Baru membentuk kemitraan strategis yang memengaruhi struktur ekonomi nasional melalui perusahaan besar yang didirikan bersama.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 17.40 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 42x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pada pertengahan 1960-an, empat tokoh bisnis muncul sebagai pelaku utama dalam pembentukan struktur ekonomi Indonesia yang berlangsung hingga era reformasi. Mereka adalah Sudono Salim, Djuhar Sutanto, Sudwikatmono, dan Ibrahim Risjad, yang kemudian dikenal luas sebagai 'Gang of Four'. Awalnya, ketiganya tidak saling mengenal; Salim dan Djuhar aktif dalam perdagangan, sementara Sudwikatmono dan Risjad bekerja sebagai karyawan biasa. Pertemuan mereka terjadi secara tak sengaja, namun berdampak besar pada perkembangan bisnis nasional.
Perjalanan kemitraan dimulai ketika Sudwikatmono, yang saat itu bertugas menjaga rumah Soeharto, bertemu dengan Salim saat dipanggil ke kediaman jenderal. Soeharto kemudian menyarankan Salim untuk melibatkan Sudwikatmono dalam bisnisnya, karena Salim belum memiliki status warga negara Indonesia. Dwi—nama panggilan Sudwikatmono—menerima tawaran dengan gaji Rp1 juta per bulan dan saham perusahaan, sebuah jumlah yang sangat fantastis bagi karyawan biasa pada masa itu. Keputusan ini menjadi awal dari kemitraan yang akan mengubah wajah industri Indonesia.
Pada 1966, Djuhar Sutanto diperkenalkan kepada Salim melalui Soeharto, setelah perusahaan miliknya, Kongsi Bintang Lima, mengalami perpecahan. Keduanya sepakat untuk mengambil alih CV Waringin dan mengubahnya menjadi Perseroan Terbatas. Karena Salim dan Djuhar belum menjadi WNI, maka nama Sudwikatmono dan Ibrahim Risjad digunakan sebagai pemegang saham resmi. Bisnis utama Waringin saat itu bergerak di bidang perdagangan kopi dan produk primer, serta produksi karet remah di Sumatera.
Ketika Salim dan Djuhar resmi menjadi warga negara Indonesia dan Soeharto menjabat presiden, bisnis mereka melesat pesat. Mereka kemudian mengembangkan berbagai perusahaan besar seperti Indocement, Indomilk, Indofood, Indomobil, dan Indomaret. Kegiatan bisnis ini tidak hanya menguasai pasar domestik, tetapi juga menjadi fondasi bagi struktur ekonomi nasional yang berbasis pada kemitraan dengan penguasa politik. Masing-masing anggota Gang of Four kemudian membangun bisnis sendiri, namun tetap menjaga keterkaitan dengan Salim Group sebagai pusat kekuatan ekonomi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lula dan Flavio Bolsonaro Saling Serang di Debat Akhir Pemilu
Debat terakhir sebelum putaran kedua pemilu Brasil memperlihatkan pertarungan sengit antara Lula dan Flavio Bolsonaro, yang saling menyerang secara pribadi dan menyoroti kebijakan masing-masing.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Dampaknya Di Bawah 2 Persen
Pengurangan pasokan gas ke Singapura oleh Indonesia mencapai 17 miliar Btu per hari selama 18 hari, berdampak kurang dari 2 persen terhadap kebutuhan harian negara tersebut.
25 Oktober 2026

OpenAI Perkuat Riset Farmasi Lewat Akuisisi Startup AI
OpenAI mengakuisisi Orchestra Bio untuk memperluas penerapan kecerdasan buatan dalam pengembangan obat melalui otomasi proses riset dan koordinasi tim ilmiah.
25 Oktober 2026

Gerindra Ungguli PDIP dan Golkar dalam Elektabilitas Survei IPO
Survei IPO menunjukkan Partai Gerindra memimpin elektabilitas dengan 23,1 persen, diikuti PDIP 11,6 persen dan Golkar 10,7 persen, sementara sebagian besar partai lain berada di bawah 10 persen.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Koneksi Starlink Stabil di Kecepatan 400 km/Jam, Ungkap Menteri Pertahanan Ukraina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.08 WITA

Penyintas Serangan Gereja Yordania Ungkap Detik-detik Pelaku Arahkan Pistol
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

Richard Lee: Jangan Lawan Iblis dengan Logika
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Kanye West Tutup Konser GBK dengan Runaway Emosional
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Konser Kanye West di GBK Picu Gelombang Kunjungan Wisatawan Asing
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.05 WITA

Perbaikan Pemantauan Karhutla Berbasis Satelit Diumumkan Presiden
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.05 WITA

