Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Empat Tokoh yang Mendominasi Ekonomi Orde Baru

Empat pengusaha muda pada era Orde Baru membentuk kemitraan strategis yang memengaruhi struktur ekonomi nasional melalui perusahaan besar yang didirikan bersama.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 17.40 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 42x dibuka
Empat Tokoh yang Mendominasi Ekonomi Orde Baru📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pada pertengahan 1960-an, empat tokoh bisnis muncul sebagai pelaku utama dalam pembentukan struktur ekonomi Indonesia yang berlangsung hingga era reformasi. Mereka adalah Sudono Salim, Djuhar Sutanto, Sudwikatmono, dan Ibrahim Risjad, yang kemudian dikenal luas sebagai 'Gang of Four'. Awalnya, ketiganya tidak saling mengenal; Salim dan Djuhar aktif dalam perdagangan, sementara Sudwikatmono dan Risjad bekerja sebagai karyawan biasa. Pertemuan mereka terjadi secara tak sengaja, namun berdampak besar pada perkembangan bisnis nasional.

Perjalanan kemitraan dimulai ketika Sudwikatmono, yang saat itu bertugas menjaga rumah Soeharto, bertemu dengan Salim saat dipanggil ke kediaman jenderal. Soeharto kemudian menyarankan Salim untuk melibatkan Sudwikatmono dalam bisnisnya, karena Salim belum memiliki status warga negara Indonesia. Dwi—nama panggilan Sudwikatmono—menerima tawaran dengan gaji Rp1 juta per bulan dan saham perusahaan, sebuah jumlah yang sangat fantastis bagi karyawan biasa pada masa itu. Keputusan ini menjadi awal dari kemitraan yang akan mengubah wajah industri Indonesia.

Pada 1966, Djuhar Sutanto diperkenalkan kepada Salim melalui Soeharto, setelah perusahaan miliknya, Kongsi Bintang Lima, mengalami perpecahan. Keduanya sepakat untuk mengambil alih CV Waringin dan mengubahnya menjadi Perseroan Terbatas. Karena Salim dan Djuhar belum menjadi WNI, maka nama Sudwikatmono dan Ibrahim Risjad digunakan sebagai pemegang saham resmi. Bisnis utama Waringin saat itu bergerak di bidang perdagangan kopi dan produk primer, serta produksi karet remah di Sumatera.

Ketika Salim dan Djuhar resmi menjadi warga negara Indonesia dan Soeharto menjabat presiden, bisnis mereka melesat pesat. Mereka kemudian mengembangkan berbagai perusahaan besar seperti Indocement, Indomilk, Indofood, Indomobil, dan Indomaret. Kegiatan bisnis ini tidak hanya menguasai pasar domestik, tetapi juga menjadi fondasi bagi struktur ekonomi nasional yang berbasis pada kemitraan dengan penguasa politik. Masing-masing anggota Gang of Four kemudian membangun bisnis sendiri, namun tetap menjaga keterkaitan dengan Salim Group sebagai pusat kekuatan ekonomi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya