Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

FFPM 2026 Perkuat Sinergi untuk Ketahanan Energi Nasional

Forum Fasilitas Produksi Migas 2026 sukses konsolidasikan strategi penguatan fasilitas dan infrastruktur melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 4 September 2026, 01.24 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
FFPM 2026 Perkuat Sinergi untuk Ketahanan Energi Nasional
Foto: CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Forum Fasilitas Produksi Migas (FFPM) 2026 berlangsung selama tiga hari, dari 1 hingga 3 September 2026, di Jakarta, dengan fokus pada penguatan ketahanan energi melalui peningkatan kualitas dan efisiensi fasilitas produksi serta infrastruktur pendukung. Dengan tema "Securing Energy Supply Across Production Facilities and Infrastructure", forum ini menjadi ruang dialog strategis bagi regulator, operator, dan pelaku industri untuk menyelaraskan kebijakan dan inovasi guna menjaga keandalan pasokan energi nasional.

Pada hari terakhir, gelaran dimulai dengan penyerahan penghargaan IAFMI Innovation Award, yang menilai inovasi teknis dari berbagai institusi. Lima finalis dipilih dari puluhan karya ilmiah yang telah melewati seleksi ketat. Hasilnya, tiga inovasi terpilih dinilai paling berdampak: pertama, peningkatan kapasitas produksi Pertamina Dex melalui modifikasi formulasi dan fasilitas di Refinery Unit V Balikpapan; kedua, metode inovatif "Sensation" untuk mengubah slop rendah nilai menjadi bahan baku LIT di Balongan Refinery; dan ketiga, strategi rekonfigurasi kompresor seri untuk optimalisasi produksi di lapangan lepas pantai tua, yang dianugerahi penghargaan favorit.

Forum bisnis selanjutnya, bertajuk "Strengthening the Oil and Gas Production Facilities Operations Goods Industry Ecosystem to Support National Energy Security", menghadirkan narasumber dari Kementerian ESDM, Kemenperin, SKK Migas, serta perusahaan energi dan jasa. Pembahasan mencakup penguatan ekosistem industri barang, integrasi rantai pasok, pengelolaan persediaan bersama, dan pengembangan infrastruktur penyimpanan terintegrasi. Para pembicara menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor untuk menjamin kelancaran operasional dan ketahanan energi jangka panjang.

Ketua FFPM 2026, Irfan Eka Wardhana, menegaskan bahwa forum ini dirancang sebagai jembatan antara sektor hulu dan hilir guna mengatasi tantangan operasional dan teknis yang kompleks. Menurutnya, sinergi antarpihak menjadi kunci dalam menjaga keandalan fasilitas yang semakin menua dan dalam mendorong pengembangan infrastruktur baru dengan pertimbangan anggaran dan waktu. Ia menekankan bahwa inovasi dan kolaborasi bukan pilihan, melainkan keharusan dalam menjawab dinamika industri migas saat ini.

Dalam penutupan, FFPM 2026 menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat ekosistem industri migas melalui penerapan solusi teknis, optimalisasi sumber daya, dan penguatan kerja sama antarinstansi. Forum ini diharapkan menjadi momentum strategis dalam mewujudkan keberlanjutan pasokan energi dan mendukung pencapaian target ketahanan energi nasional secara menyeluruh.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya