Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Fosil Buaya Purba di Mesir Ditemukan Berbeda dari Spesies Kini

Penelitian terbaru mengungkap fosil buaya dari tambang Piramida Giza merupakan spesies baru yang telah punah, diberi nama Herugavialis cairensis berdasarkan kesamaan bentuk dengan patung Sphinx.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 15.25 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 48x dibuka
Fosil Buaya Purba di Mesir Ditemukan Berbeda dari Spesies Kini📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Temuan fosil tengkorak buaya di area tambang batu kapur dekat Piramida Giza dan Sphinx Agung mengungkap keberadaan spesies buaya yang telah punah sejak jutaan tahun lalu. Fosil tersebut ditemukan pada masa penelitian awal abad ke-20, namun baru kini berhasil diidentifikasi secara akurat melalui teknologi pencitraan modern. Hasil analisis menunjukkan bahwa fosil tersebut tidak termasuk dalam genus Tomistoma, seperti yang diperkirakan sebelumnya, melainkan merupakan spesies yang unik dan berbeda secara filogenetik.

Penggunaan teknik CT scan memungkinkan para peneliti dari Inggris, Swedia, Jerman, dan Mesir untuk memetakan struktur internal tengkorak secara detail. Temuan ini menunjukkan perbedaan morfologis yang signifikan dibandingkan Tomistoma schlegelii, spesies buaya yang masih hidup di wilayah Asia Tenggara. Berdasarkan hasil evaluasi ulang, peneliti menetapkan nama baru bagi fosil tersebut: Herugavialis cairensis, yang mengacu pada dewa langit Mesir, Heru (Horus), sebagai bentuk penghormatan terhadap simbolik lokasi penemuan.

Nama Herugavialis dipilih karena kesamaan bentuk moncong fosil yang rusak, mirip dengan bagian hidung Sphinx Agung yang hilang secara historis. Dewa Heru, yang dianggap sebagai perwujudan firaun di dunia nyata, menjadi simbol penting dalam peradaban Mesir Kuno. Penelitian ini menekankan bahwa penamaan spesies baru tidak hanya berbasis ilmiah, tetapi juga mencerminkan konteks budaya dan arkeologis dari lokasi penemuan.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Royal Society Open Science menegaskan bahwa wilayah Mediterania pernah menjadi habitat kaya akan keanekaragaman buaya, termasuk jenis gavial, selama sekitar 50 juta tahun terakhir. Krisis Salinitas Messinian, peristiwa geologis di mana Laut Mediterania mengering sekitar enam juta tahun lalu, menjadi penyebab utama kepunahan semua populasi buaya di wilayah tersebut. Penemuan fosil ini menjadi bukti arkeologis penting atas perubahan ekosistem global di masa lalu.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya