Gangguan Kapal Picu Antrean BBM di Bali
Antrean panjang di SPBU Bali disebabkan gangguan teknis kapal pengangkut dan lonjakan konsumsi BBM bersubsidi, ditangani dengan peningkatan pasokan dan operasional 24 jam di sejumlah SPBU strategis.
Redaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 09.10 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 30x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kendala distribusi BBM di Bali belakangan memicu antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), yang bermula dari gangguan teknis pada jangkar kapal pengangkut logistik. Peristiwa tersebut menyebabkan penundaan proses bongkar muat yang semula dijadwalkan pada Senin pagi, terpaksa ditunda hingga malam hari. Kejadian ini mengganggu alur distribusi yang telah direncanakan, sehingga mengurangi efisiensi pasokan ke wilayah tujuan.
Di tengah kondisi tersebut, terjadi peningkatan signifikan dalam penggunaan BBM bersubsidi, terutama Pertalite, akibat selisih harga yang cukup mencolok antara harga resmi dan pasar. Masyarakat yang menyadari perbedaan harga mulai beralih ke BBM bersubsidi, menyebabkan lonjakan permintaan yang tidak terduga. Direktur Utama Pertamina menegaskan bahwa faktor konsumsi ini menjadi salah satu penyebab, namun bukan satu-satunya, dan perlu dilihat secara menyeluruh dalam konteks distribusi.
Untuk merespons kondisi darurat, Pertamina segera menyalurkan tambahan pasokan melalui armada kapal yang tersedia dan melakukan peninjauan langsung ke lokasi penyandaran kapal tanker. Selain itu, proses distribusi dari depo ke SPBU dipercepat untuk menghindari kekosongan stok. Sejumlah SPBU strategis di Denpasar dan Badung telah dioperasikan secara penuh selama 24 jam, dengan rencana perluasan ke Tabanan dan Gianyar dalam waktu dekat.
Upaya ini dilengkapi dengan peningkatan transparansi informasi melalui pengumuman di setiap SPBU mengenai ketersediaan stok dan status operasional. Tujuannya agar masyarakat dapat mengatur waktu pengisian secara bijak tanpa perlu panik. Pertamina menegaskan komitmen untuk terus memperbaiki layanan dan menjaga kestabilan pasokan, sekaligus mengapresiasi dukungan masyarakat dalam situasi yang sedang dihadapi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dorong transformasi madrasah menuju lingkungan belajar inklusif, aman secara digital, dan berkeadilan melalui kolaborasi semua pihak.
24 Oktober 2026
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Kontingen Sulawesi Utara keluar sebagai juara umum Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi ke-60 Seri 2 tahun 2026, mengamankan Piala Presiden dalam perhelatan nasional.
24 Oktober 2026

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Studi menunjukkan bahwa kebahagiaan dapat dibangun melalui gaya hidup sehat, interaksi sosial, dan tujuan jangka panjang.
24 Oktober 2026

Pupuk Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Lewat Irigasi Berkelanjutan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan sistem irigasi di lima daerah, termasuk Gunungkidul, untuk tingkatkan produktivitas pertanian di lahan tadah hujan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

Honda Bikers Day 2026 Tancapkan Semangat Kebangkitan di Ambarawa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.10 WITA

