Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Gangguan Kapal Picu Antrean BBM di Bali

Antrean panjang di SPBU Bali disebabkan gangguan teknis kapal pengangkut dan lonjakan konsumsi BBM bersubsidi, ditangani dengan peningkatan pasokan dan operasional 24 jam di sejumlah SPBU strategis.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 14 Oktober 2026, 09.10 WITA·👁 4 orang membaca· 0 hari ini · 30x dibuka
Gangguan Kapal Picu Antrean BBM di Bali📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kendala distribusi BBM di Bali belakangan memicu antrean panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), yang bermula dari gangguan teknis pada jangkar kapal pengangkut logistik. Peristiwa tersebut menyebabkan penundaan proses bongkar muat yang semula dijadwalkan pada Senin pagi, terpaksa ditunda hingga malam hari. Kejadian ini mengganggu alur distribusi yang telah direncanakan, sehingga mengurangi efisiensi pasokan ke wilayah tujuan.

Di tengah kondisi tersebut, terjadi peningkatan signifikan dalam penggunaan BBM bersubsidi, terutama Pertalite, akibat selisih harga yang cukup mencolok antara harga resmi dan pasar. Masyarakat yang menyadari perbedaan harga mulai beralih ke BBM bersubsidi, menyebabkan lonjakan permintaan yang tidak terduga. Direktur Utama Pertamina menegaskan bahwa faktor konsumsi ini menjadi salah satu penyebab, namun bukan satu-satunya, dan perlu dilihat secara menyeluruh dalam konteks distribusi.

Untuk merespons kondisi darurat, Pertamina segera menyalurkan tambahan pasokan melalui armada kapal yang tersedia dan melakukan peninjauan langsung ke lokasi penyandaran kapal tanker. Selain itu, proses distribusi dari depo ke SPBU dipercepat untuk menghindari kekosongan stok. Sejumlah SPBU strategis di Denpasar dan Badung telah dioperasikan secara penuh selama 24 jam, dengan rencana perluasan ke Tabanan dan Gianyar dalam waktu dekat.

Upaya ini dilengkapi dengan peningkatan transparansi informasi melalui pengumuman di setiap SPBU mengenai ketersediaan stok dan status operasional. Tujuannya agar masyarakat dapat mengatur waktu pengisian secara bijak tanpa perlu panik. Pertamina menegaskan komitmen untuk terus memperbaiki layanan dan menjaga kestabilan pasokan, sekaligus mengapresiasi dukungan masyarakat dalam situasi yang sedang dihadapi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya