Rabu, 9 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Garuda Pancasila, Lagu Kebangsaan dari Jiwa Musikawan

Lagu "Garuda Pancasila" ciptaan Sudharnoto tetap menjadi simbol semangat kebangsaan sejak diciptakan pada 1956 dan dinyanyikan hingga kini.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 31 Agustus 2026, 23.41 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 9x dibuka
Garuda Pancasila, Lagu Kebangsaan dari Jiwa Musikawan
Foto: ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Lagu nasional yang kini akrab dalam berbagai upacara dan peringatan hari besar bangsa, "Garuda Pancasila", lahir dari inspirasi kreatif Sudharnoto pada tahun 1956. Saat itu, ia menjabat Kepala Seksi Musik di Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta. Awalnya, lagu ini dikenal dengan nama "Mars Pancasila", namun kemudian berganti menjadi "Garuda Pancasila" untuk mencerminkan identitas negara melalui lambang burung garuda yang menjadi simbol kedaulatan Indonesia.

Melalui irama mars yang kuat dan lirik yang langsung menyentuh nilai-nilai dasar negara, lagu ini menyampaikan ajakan untuk menjadikan Pancasila sebagai fondasi dalam kehidupan berbangsa. Bagian "Akulah pendukungmu" menunjukkan komitmen pribadi terhadap nilai-nilai Pancasila, sementara frasa "Patriot proklamasi" dan "Sedia berkorban untukmu" menggambarkan jiwa pengabdian dan pengorbanan tanpa pamrih bagi bangsa.

Lirik tentang rakyat yang adil, makmur, dan sentosa mencerminkan cita-cita kolektif masyarakat Indonesia. Ucapan "Ayo maju maju" menjadi seruan kolektif untuk terus bergerak maju dalam membangun negara berdasarkan prinsip-prinsip Pancasila. Karena sederhana namun berdampak kuat, lagu ini mudah dihafal dan menjadi bagian tak terpisahkan dari pendidikan kebangsaan di berbagai tingkatan.

Sudharnoto, yang lahir di Kendal pada 24 Oktober 1925, merupakan tokoh musik Indonesia yang berkontribusi signifikan di bidang karya kebangsaan. Ia tidak hanya menciptakan lagu ini, tetapi juga aktif dalam dunia penyiaran dan ilustrasi musik film. Meski telah wafat pada 11 Januari 2000, warisan karyanya, terutama "Garuda Pancasila", tetap hidup dan dinyanyikan oleh generasi muda hingga kini.

Lagu yang dibuat lebih dari enam dekade lalu tetap relevan karena pesannya yang abadi: kecintaan pada Pancasila, semangat patriotisme, dan tekad membangun masyarakat yang adil dan makmur. Dalam setiap nada dan lirik, "Garuda Pancasila" bukan sekadar lagu, melainkan pengingat akan nilai-nilai luhur yang harus terus dijaga dan diteruskan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya