Gen Z dan Tren Tak Mandi untuk Daya Tarik Seksual
Sejumlah pemuda Gen Z di media sosial memilih tidak mandi demi memaksimalkan aroma alami tubuh, berdasarkan keyakinan bahwa bau keringat dapat meningkatkan ketertarikan seksual.
Redaksi iNarasikita·Minggu, 18 Oktober 2026, 21.02 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 24x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Di tengah budaya kebersihan yang umum dianut masyarakat, muncul fenomena menarik di kalangan anak muda, khususnya Gen Z, yang memilih sengaja melewatkan mandi sebagai bagian dari gaya hidup digital. Tren ini dikenal sebagai pheromone-maxxing, yang berlandaskan anggapan bahwa aroma alami tubuh, termasuk keringat, bisa menjadi daya tarik seksual. Penganutnya percaya bahwa dengan mengurangi penggunaan deodoran, tidak mandi, atau bahkan memakai pakaian bekas pakai, mereka bisa menarik perhatian lawan jenis secara alami.
Tren ini mulai viral di platform TikTok, di mana sejumlah konten menunjukkan praktik ekstrem seperti meminum air seni sendiri demi "detoksifikasi" dan mempertahankan aroma tubuh alami. Meski terdengar radikal, praktik ini didukung oleh narasi bahwa feromon—senyawa kimia yang memengaruhi perilaku individu lain dari spesies yang sama—berperan dalam proses ketertarikan. Beberapa percaya bahwa aroma tubuh yang kuat, terutama dari keringat pria, dapat memicu respons psikologis positif pada wanita.
Namun, sains tidak sepenuhnya mendukung klaim bahwa tidak mandi otomatis meningkatkan daya tarik. Studi klasik yang dikenal sebagai 'sweaty T-shirt study' menunjukkan bahwa wanita cenderung lebih menyukai aroma tubuh pria yang memiliki perbedaan gen MHC (major histocompatibility complex) dibandingkan dirinya sendiri, yang berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh. Ini menunjukkan bahwa preferensi aroma bisa dipengaruhi oleh faktor genetik, bukan sekadar kebersihan atau aroma yang dibiarkan tanpa perawatan.
Terkait hal ini, tidak semua penganut tren ini benar-benar menerapkan gaya hidup tersebut secara nyata. Banyak yang mengakui konten semacam itu dibuat untuk menarik perhatian dan memicu interaksi di media sosial, bukan sebagai pedoman kehidupan nyata. Fakta bahwa tren ini ramai dibicarakan tetapi tidak diikuti secara luas menunjukkan bahwa mayoritas Gen Z tetap menjaga kebersihan, meski tertarik pada isu-isu yang menantang norma sosial.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gaya Kepemimpinan Luthfi Dapat Pujian Akademisi
Akademisi menilai kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi humanis, kolaboratif, dan berbasis solusi, dengan keterlibatan perguruan tinggi dalam perumusan kebijakan daerah.
24 Oktober 2026

Ancol Tantang Rekor MURI Lewat Estafet Renang 24 Jam dan Bendera Merah Putih 360 Meter
Atlantis Water Adventure Ancol gelar dua aksi pemecahan rekor MURI dalam perayaan Hari Renang Sedunia, melibatkan estafet renang nonstop dan pembentangan bendera Merah Putih sepanjang 360 meter.
24 Oktober 2026

Bedah Rumah di Kampung Ambon Dorong Pemulihan Secara Komprehensif
Program bedah rumah di Kampung Ambon menjadi strategi integratif untuk menekan peredaran narkoba melalui peningkatan kesejahteraan masyarakat.
24 Oktober 2026

Dua Wakil Putri Indonesia Gagal ke Final Indonesia Masters 2026
Mutiara Ayu Puspitasari dan Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi tersingkir dari semifinal Indonesia Masters 2026 setelah kalah dari lawan dari Hong Kong dan China.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Harga Emas Antam Turun Rp10 Ribu per Gram Hari Ini
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Investor Desak MSCI Jelaskan Alasan Penurunan Status Pasar Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.26 WITA

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Suahasil Lantik Pejabat Baru, Sekjen Kemenkeu Diganti
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Bahlil Dorong E50 untuk Kurangi Impor BBM
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di Kemenkeu
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Ibu 55 Tahun Ajak Anak Cari Kerja di Job Fair Jakarta
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.25 WITA

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Sabtu, 24 Oktober 2026, 21.24 WITA

