Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Harga Minyak Dunia Melemah Imbas Kebijakan AS Soal Kapal Bayangan

Harga minyak mentah dunia turun pagi ini setelah AS pertimbangkan pelonggaran sanksi terhadap kapal tanker yang mengangkut minyak dari negara terkena sanksi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 12.12 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 157x dibuka
Harga Minyak Dunia Melemah Imbas Kebijakan AS Soal Kapal Bayangan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Harga minyak mentah global mengalami penurunan pada perdagangan Jumat pagi (16/10), dipengaruhi oleh isu kebijakan baru Amerika Serikat terkait pengendalian kapal tanker yang dikenal sebagai shadow fleet. Minyak mentah Brent turun 41 sen atau 0,39 persen menjadi US$105,51 per barel pada pukul 00.12 GMT, sementara West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 54 sen atau 0,55 persen ke level US$97,43 per barel. Penurunan ini terjadi menyusul laporan bahwa Presiden AS Donald Trump sedang meninjau kembali sanksi terhadap sejumlah kapal yang beroperasi di bawah skema pengangkutan minyak gelap tersebut.

Langkah yang sedang dipertimbangkan ini didasarkan pada keinginan menekan lonjakan biaya transportasi global yang kini mencapai level tertinggi dalam sejarah. Keputusan ini datang beberapa hari setelah Trump mengumumkan pencabutan sementara sanksi terhadap bahan bakar diesel dari Rusia, yang memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, negara-negara Eropa, dan sejumlah anggota Partai Republik di Senat AS. Meskipun demikian, pemerintah AS menegaskan bahwa kebijakan tersebut tetap dalam proses evaluasi dan belum final.

Di sisi lain, penurunan harga minyak sedikit terhambat oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Teluk Yaman. Intensitas serangan maritim di sekitar jalur pelayaran strategis telah melonjak tajam dalam 10 hari terakhir, seiring dengan pernyataan Iran yang menyatakan akan meningkatkan respons terhadap blokade dan sanksi ketat yang diterapkan oleh AS bulan lalu. Di darat, konflik memburuk setelah kelompok Houthi menembakkan rudal ke kompleks istana kepresidenan di Aden, menewaskan dua penjaga.

Respons atas insiden tersebut datang dari koalisi pimpinan Arab Saudi, yang mengumumkan serangkaian serangan besar-besaran terhadap infrastruktur yang diduga menjadi basis operasional kelompok Houthi. Kondisi ini menambah ketidakpastian pasar, meskipun secara umum masih mendukung penurunan harga minyak akibat ekspektasi pelonggaran kebijakan AS terhadap kapal tanker bayangan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya