Harga Minyak Dunia Melemah Imbas Kebijakan AS Soal Kapal Bayangan
Harga minyak mentah dunia turun pagi ini setelah AS pertimbangkan pelonggaran sanksi terhadap kapal tanker yang mengangkut minyak dari negara terkena sanksi.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 12.12 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 157x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Harga minyak mentah global mengalami penurunan pada perdagangan Jumat pagi (16/10), dipengaruhi oleh isu kebijakan baru Amerika Serikat terkait pengendalian kapal tanker yang dikenal sebagai shadow fleet. Minyak mentah Brent turun 41 sen atau 0,39 persen menjadi US$105,51 per barel pada pukul 00.12 GMT, sementara West Texas Intermediate (WTI) AS melemah 54 sen atau 0,55 persen ke level US$97,43 per barel. Penurunan ini terjadi menyusul laporan bahwa Presiden AS Donald Trump sedang meninjau kembali sanksi terhadap sejumlah kapal yang beroperasi di bawah skema pengangkutan minyak gelap tersebut.
Langkah yang sedang dipertimbangkan ini didasarkan pada keinginan menekan lonjakan biaya transportasi global yang kini mencapai level tertinggi dalam sejarah. Keputusan ini datang beberapa hari setelah Trump mengumumkan pencabutan sementara sanksi terhadap bahan bakar diesel dari Rusia, yang memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, negara-negara Eropa, dan sejumlah anggota Partai Republik di Senat AS. Meskipun demikian, pemerintah AS menegaskan bahwa kebijakan tersebut tetap dalam proses evaluasi dan belum final.
Di sisi lain, penurunan harga minyak sedikit terhambat oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Teluk Yaman. Intensitas serangan maritim di sekitar jalur pelayaran strategis telah melonjak tajam dalam 10 hari terakhir, seiring dengan pernyataan Iran yang menyatakan akan meningkatkan respons terhadap blokade dan sanksi ketat yang diterapkan oleh AS bulan lalu. Di darat, konflik memburuk setelah kelompok Houthi menembakkan rudal ke kompleks istana kepresidenan di Aden, menewaskan dua penjaga.
Respons atas insiden tersebut datang dari koalisi pimpinan Arab Saudi, yang mengumumkan serangkaian serangan besar-besaran terhadap infrastruktur yang diduga menjadi basis operasional kelompok Houthi. Kondisi ini menambah ketidakpastian pasar, meskipun secara umum masih mendukung penurunan harga minyak akibat ekspektasi pelonggaran kebijakan AS terhadap kapal tanker bayangan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Gubernur Kalteng lakukan penanaman pohon di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan sebagai bagian dari rehabilitasi lingkungan dan ajakan bersama jaga kelestarian alam.
24 Oktober 2026

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman meninjau program BSPS di Cengkareng untuk memastikan bantuan bedah rumah sampai tepat sasaran kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
24 Oktober 2026

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

