Senin, 12 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Harry Ungkap Depresi Usai Pindah ke Kanada Bersama Meghan

Pangeran Harry mengungkapkan pengalaman depresi berat saat pindah ke Kanada bersama Meghan Markle dan putranya, menyusul tekanan dari lingkungan kerajaan Inggris.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 15.22 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 2x dibuka
Harry Ungkap Depresi Usai Pindah ke Kanada Bersama Meghan📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pangeran Harry mengungkapkan secara terbuka bahwa masa transisi kehidupan di Kanada pada 2019 membawa dampak psikologis yang mendalam. Dalam sesi MasterClass bertajuk *Redefining Grief: Building Resilience Through Loss* yang disiarkan pada 8 Oktober 2026, ia menjelaskan bahwa kehilangan ritme stres yang selama ini menjadi bagian dari kehidupannya membuat tubuh dan pikirannya mengalami penurunan drastis. Ia menyebut, dalam waktu dua hingga tiga hari setelah tiba di Kanada, kadar adrenalin dalam tubuhnya menurun drastis, yang berdampak pada kemampuan berfungsi secara normal.

Ia menggambarkan kondisi tersebut sebagai kehampaan emosional yang tak pernah dialaminya sebelumnya. “Saya merasa harus memiliki stres untuk bisa berpikir jernih,” ujarnya, menegaskan bahwa otaknya tidak bisa bekerja tanpa stimulasi tekanan. Dalam periode sekitar dua minggu, ia mengalami depresi yang membuatnya tidak mampu menjalani aktivitas sehari-hari. Penurunan kondisi mental ini muncul setelah berpisah dari lingkungan kerajaan yang selama bertahun-tahun menjadi sumber tekanan dan adrenalin.

Harry menjelaskan bahwa pindah ke Kanada merupakan upaya untuk mencari ruang dan waktu untuk berpikir jernih. Keputusan itu muncul setelah konflik intens dengan Pangeran William, yang dikabarkan tidak setuju dengan gaya hidup dan cara Meghan serta Harry menjalani peran mereka dalam keluarga kerajaan. Ketegangan itu memuncak pada Januari 2020, saat keduanya mengundurkan diri dari tugas resmi sebagai anggota senior keluarga kerajaan.

Kondisi psikologis yang dialaminya juga terkait dengan trauma masa lalu, khususnya kehilangan ibu kandungnya, Putri Diana, dalam kecelakaan mobil pada 1997. Selama 15 hingga 20 tahun, Harry mengaku selalu menjawab "saya baik-baik saja" saat ditanya kesehatan emosinya, padahal itu hanyalah pelindung emosional. Ia menyadari bahwa adrenalin yang terus dipicu oleh tekanan kerajaan justru menjadi mekanisme pelarian dari rasa sakit yang belum terselesaikan.

Dalam perjalanan ke Kanada, ia menyadari betapa dalamnya trauma yang masih menghantui. Ia menceritakan bagaimana hal kecil seperti kerah baju yang terasa mencekik, atau perjalanan ke kantor yang memicu serangan panik, menjadi tanda bahwa kondisi mentalnya telah terlalu terkuras. Ia menyadari bahwa kehidupan di Kanada justru menjadi ruang bagi trauma yang selama ini ditekan muncul ke permukaan. Meski kemudian pindah ke Montecito, California, dan membeli rumah mewah, kini rumah tersebut tidak dihuni karena keluarganya telah kembali ke Inggris.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Aplikasi Iblis Siap Guncang Bioskop Oktober 2026
Nasional

Aplikasi Iblis Siap Guncang Bioskop Oktober 2026

Film horor terbaru berjudul *Aplikasi Iblis* siap tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 15 Oktober 2026, mengangkat kisah cinta dan kehilangan melalui aplikasi misterius yang mempertemukan dunia hidup dan mati.

12 Oktober 2026

Berita Lainnya