Senin, 12 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Pengembalian Koleksi Dubois dan Pencegahan Perundungan Jadi Sorotan Nasional

Pengembalian 30.190 unit koleksi Eugène Dubois dan 20 benda budaya dari Belanda, bersamaan dengan upaya pencegahan perundungan melalui budaya sekolah aman, menjadi fokus utama kebijakan nasional pekan ini.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 12 Oktober 2026, 09.26 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 3x dibuka
Pengembalian Koleksi Dubois dan Pencegahan Perundungan Jadi Sorotan Nasional📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pemerintah Indonesia secara resmi memulangkan 30.190 unit koleksi bersejarah milik Eugène Dubois dan 20 benda budaya lainnya dari Belanda, sebagai bagian dari komitmen memulihkan keadilan sejarah dan kedaulatan budaya bangsa. Penandatanganan kesepakatan pengalihan dilakukan oleh Menteri Kebudayaan dan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, dan Ilmu Pengetahuan Belanda, menandai langkah strategis dalam memulihkan warisan budaya yang sebelumnya dipindahkan secara historis.

Dalam penjelasannya, Menteri Kebudayaan menegaskan bahwa pengembalian ini bukan sekadar proses administratif, melainkan bentuk pengakuan atas identitas dan nilai-nilai budaya Indonesia yang telah lama terpisah dari tanah air. Proses ini menjadi simbol rekonsiliasi sejarah dan kepercayaan bahwa warisan budaya harus kembali ke tempat asalnya, di mana nilai historis dan etisnya dapat dipelihara secara utuh.

Di bidang pendidikan, pemerintah terus mendorong penerapan budaya sekolah yang aman dan nyaman sebagai respons terhadap tren perundungan di kalangan pelajar. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menekankan pentingnya penguatan kapasitas guru, penerapan disiplin positif, serta keterlibatan keluarga dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan berbasis perlindungan anak.

Di sisi lain, pemerintah juga memperkuat pengawasan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan melakukan peninjauan terhadap limbah cair dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Wakil Menteri Lingkungan Hidup menegaskan bahwa keberlangsungan program harus sejalan dengan standar kelestarian lingkungan, dengan dukungan pengecekan baku mutu air limbah bersama dinas lingkungan setempat.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya