Minggu, 11 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Honda Siap Luncurkan Pikap Rebadge dari Triton 2028

Honda akan memasarkan ulang pikap Mitsubishi Triton dengan emblem mereknya mulai 2028, diproduksi di Thailand untuk pasar Asia Tenggara.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Minggu, 11 Oktober 2026, 09.09 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
Honda Siap Luncurkan Pikap Rebadge dari Triton 2028📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Honda tengah mempersiapkan peluncuran model pikap baru yang merupakan hasil rebranding dari Mitsubishi Triton, dengan rencana penjualan paling cepat pada tahun 2028. Produksi akan dilakukan di pabrik Laem Chabang, Thailand, dan akan dijual melalui jaringan dealer resmi Honda di wilayah Asia Tenggara. Langkah ini menandai kemungkinan pertama kali Honda melakukan rebadge kendaraan dari pabrikan lain dalam kurun tiga dekade terakhir, setelah sebelumnya mengadopsi model Isuzu pada era 1990-an.

Pikap yang akan dibekali emblem Honda ini akan menggunakan platform sasis ladder frame, serupa dengan Triton asli, yang dikenal kuat dalam kondisi off-road dan mampu menopang beban tinggi. Dalam tahun 2025, Triton tercatat terjual sekitar 130 ribu unit secara global. Karena Honda tidak memiliki pengalaman produksi kendaraan berstruktur ladder frame secara internal, langkah ini menjadi cara efisien untuk memperluas lini produk tanpa investasi besar dalam pengembangan baru.

Kerja sama ini merupakan bagian dari perbincangan strategis antara Honda, Nissan, dan Mitsubishi Motors yang dimulai sejak Agustus 2024. Meski belum ada pernyataan resmi dari ketiga perusahaan, keberadaan model ini dipengaruhi oleh dinamika pasar yang berubah, terutama tekanan dari merek mobil listrik asal Tiongkok seperti BYD. Penjualan gabungan Honda di Thailand, Malaysia, dan Indonesia pada periode Januari–Agustus 2026 turun 20% dibanding tahun sebelumnya, menunjukkan perlunya diversifikasi produk untuk menahan laju penurunan pangsa pasar.

Dari sisi Mitsubishi Motors, proyek ini menjadi peluang untuk meningkatkan utilisasi pabrik di Thailand yang kapasitasnya mencapai 386 ribu unit per tahun, namun produksinya baru mencapai lebih dari 170 ribu unit pada 2025. Menurut analis Takaki Nakanishi dari Nakanishi Research Institute, kerja sama ini memungkinkan ketiga merek saling melengkapi kelemahan masing-masing—misalnya, Honda yang belum memproduksi kendaraan plug-in hybrid (PHEV) di Jepang dapat mengakses teknologi tersebut dari Mitsubishi. Kemitraan ini juga dipercepat oleh kebangkitan merek China, yang mendorong pabrikan Jepang untuk lebih kolaboratif demi daya saing jangka panjang.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya