Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

ID Food Usulkan Pembangunan Cold Storage Skala Besar di 7 Wilayah

ID Food mengusulkan pembangunan fasilitas pendingin berskala besar di tujuh lokasi untuk stabilisasi harga pangan, khususnya ayam, melalui intervensi pasokan saat fluktuasi harga.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 12.26 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 89x dibuka
ID Food Usulkan Pembangunan Cold Storage Skala Besar di 7 Wilayah📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Perusahaan BUMN bidang pangan, ID Food, mengusulkan pembangunan cold storage dengan kapasitas besar di tujuh wilayah strategis di Tanah Air. Lokasi yang dimaksud meliputi Lampung, Jakarta, Surabaya, Bitung, dan Makassar, sebagai bagian dari upaya memperkuat stabilitas pasokan pangan nasional. Usulan ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama ID Food dalam forum diskusi nasional yang bertema pangan dan ketahanan pangan.

Dalam paparannya, Ghimoyo menekankan pentingnya infrastruktur pendingin besar untuk menopang rantai pasok pangan yang lebih efisien dan harga yang tetap terkendali. Ia menjelaskan bahwa ayam yang disimpan dalam cold storage mampu bertahan hingga enam bulan hingga satu tahun, sehingga memungkinkan perusahaan untuk mengatur distribusi secara fleksibel sesuai kondisi pasar.

Pembangunan fasilitas ini dimaksudkan sebagai alat intervensi harga. Saat harga ayam melonjak akibat kelangkaan pasokan, ID Food dapat melepas stok dari cold storage untuk menstabilkan pasar. Sebaliknya, saat harga turun drastis, stok bisa disimpan kembali untuk mencegah kerugian peternak dan menjaga keseimbangan pasar.

Forum ini, yang diselenggarakan di Jakarta Selatan, merupakan bagian dari rangkaian Agrifood Forum 2026 yang menghadirkan para pemangku kebijakan, pejabat pemerintah, dan pimpinan BUMN. Tujuannya adalah membahas strategi memperkuat swasembada protein, menjaga ketahanan pangan, serta meningkatkan daya saing produk pangan Indonesia di pasar global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya