IHSG Anjlok 2% Saat Pasar Waspadai Rekomen MSCI
Indeks saham turun 2,09% di awal perdagangan, didorong kekhawatiran terhadap klasifikasi pasar Indonesia oleh MSCI dan sentimen eksternal, sementara Presiden menegaskan ketahanan terhadap tekanan global.
Redaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 12.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 41x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Kamis (22/10/2026), dibuka di level 5.217,14 dengan penurunan 111,22 poin atau 2,09%. Gerakan penurunan terjadi sejak pembukaan pasar, menyusut ke posisi terendah 5.213,34 sebelum stabil di sekitar 5.215. Selama sesi awal, pergerakan indeks terpantau dalam rentang sempit, berkisar antara 5.213,34 hingga 5.250,94, menunjukkan tekanan jual yang intens namun tidak menyebar luas. Volume perdagangan mencapai 8,75 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp408,56 miliar.
Ketegangan pasar didorong oleh sejumlah isu kunci, baik dari dalam maupun luar negeri. Di dalam negeri, keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan serta kebijakan baru untuk mendorong penyaluran kredit menjadi perhatian utama. Di sisi lain, pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait ancaman perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI menjadi fokus investor. Ia menyebut bahwa pernyataan lembaga indeks global tersebut merupakan bentuk tekanan strategis untuk menakut-nakuti pasar domestik.
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak akan terpengaruh oleh ancaman semacam itu, meskipun MSCI sedang mempertimbangkan perubahan klasifikasi pasar Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Proses konsultasi terbuka dengan pelaku pasar berlangsung hingga April 2027, dengan keputusan final dijadwalkan pada 30 Juni 2027. Ia menilai bahwa berbagai tantangan yang muncul merupakan bagian dari dinamika global yang harus dihadapi secara bijak dan tegas.
Di tengah volatilitas pasar, fokus pasar juga tertuju pada upaya reformasi pasar modal yang tengah digalakkan oleh otoritas nasional. Perkuatan transparansi kepemilikan saham dan penegakan aturan perdagangan menjadi elemen krusial dalam menyambut keputusan MSCI. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kepercayaan investor, baik domestik maupun asing, serta menunjukkan komitmen Indonesia terhadap standar tata kelola pasar yang tinggi.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Pezeshkian dan Putin Bahas Kerja Sama Ekonomi dan Geopolitik di Moskow
Presiden Iran Masoud Pezeshkian akan bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin pada akhir Oktober di Moskow untuk membahas kerja sama ekonomi, energi, dan isu global tanpa penandatanganan dokumen.
24 Oktober 2026

AsetKu Perkuat Literasi Keuangan Digital di Jakarta
AsetKu hadir dalam Jakarta Financial Festival 2026 untuk tingkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan digital secara bijak dan inklusif.
24 Oktober 2026

Produk UMKM Ramah Lingkungan Siap Eksplorasi Pasar Global
Menteri Perindustrian optimistis produk fesyen dan kerajinan berbahan alami dari UMKM Indonesia mampu menembus pasar internasional berkat meningkatnya kesadaran global terhadap lingkungan dan kesehatan.
24 Oktober 2026

OJK Dorong Aktivitas Rekening Rp50 Ribu Agar Tak Jadi Dormant
OJK memperkuat edukasi dan pendampingan keuangan untuk memastikan rekening program Rp50 ribu tetap aktif, khususnya di kalangan pelajar dan masyarakat kelas menengah ke bawah.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Operasi Narkoba Jayapura Gagalkan Peredaran Ganja dan Amankan Senjata Ilegal
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.55 WITA

Pemerintah Bangun 66 Hunian Tetap untuk Korban Bencana di Lhokseumawe
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Pengadilan Niaga Batalkan Sanksi KPPU ke 97 Pinjol
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.54 WITA

Festival Jajanan Bango 2026 Dorong Pertumbuhan UMKM Kuliner
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Nex Carlos Jajal Inovasi Kuliner Lokal di FJB 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Ekspor Kecap Indonesia Tembus 18,81 Juta Dolar AS hingga Agustus
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.53 WITA

Panas atau Dingin, Apakah Suhu Kopi Pengaruhi Kesehatan?
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.49 WITA

Empat Acara Besar Serentak Guncang GBK, Dinas Perhubungan Siapkan Langkah Antisipasi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 17.39 WITA

