Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Anjlok 2% Saat Pasar Waspadai Rekomen MSCI

Indeks saham turun 2,09% di awal perdagangan, didorong kekhawatiran terhadap klasifikasi pasar Indonesia oleh MSCI dan sentimen eksternal, sementara Presiden menegaskan ketahanan terhadap tekanan global.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Kamis, 22 Oktober 2026, 12.01 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 41x dibuka
IHSG Anjlok 2% Saat Pasar Waspadai Rekomen MSCI📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Kamis (22/10/2026), dibuka di level 5.217,14 dengan penurunan 111,22 poin atau 2,09%. Gerakan penurunan terjadi sejak pembukaan pasar, menyusut ke posisi terendah 5.213,34 sebelum stabil di sekitar 5.215. Selama sesi awal, pergerakan indeks terpantau dalam rentang sempit, berkisar antara 5.213,34 hingga 5.250,94, menunjukkan tekanan jual yang intens namun tidak menyebar luas. Volume perdagangan mencapai 8,75 juta lot dengan nilai transaksi sebesar Rp408,56 miliar.

Ketegangan pasar didorong oleh sejumlah isu kunci, baik dari dalam maupun luar negeri. Di dalam negeri, keputusan Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan serta kebijakan baru untuk mendorong penyaluran kredit menjadi perhatian utama. Di sisi lain, pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait ancaman perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI menjadi fokus investor. Ia menyebut bahwa pernyataan lembaga indeks global tersebut merupakan bentuk tekanan strategis untuk menakut-nakuti pasar domestik.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak akan terpengaruh oleh ancaman semacam itu, meskipun MSCI sedang mempertimbangkan perubahan klasifikasi pasar Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Proses konsultasi terbuka dengan pelaku pasar berlangsung hingga April 2027, dengan keputusan final dijadwalkan pada 30 Juni 2027. Ia menilai bahwa berbagai tantangan yang muncul merupakan bagian dari dinamika global yang harus dihadapi secara bijak dan tegas.

Di tengah volatilitas pasar, fokus pasar juga tertuju pada upaya reformasi pasar modal yang tengah digalakkan oleh otoritas nasional. Perkuatan transparansi kepemilikan saham dan penegakan aturan perdagangan menjadi elemen krusial dalam menyambut keputusan MSCI. Langkah-langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kepercayaan investor, baik domestik maupun asing, serta menunjukkan komitmen Indonesia terhadap standar tata kelola pasar yang tinggi.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya