IHSG Melemah Lebih dari 1% di Awal Perdagangan Jumat
Indeks Harga Saham Gabungan turun lebih dari 1% ke level 6.506 setelah tekanan dari kenaikan imbal hasil obligasi AS dan volatilitas harga minyak global.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 22.34 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pada pembukaan perdagangan Jumat (11/9/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan, menyentuh level terendah 6.506,51—menunjukkan penurunan lebih dari 1% dari posisi awal. Gerakan ini terjadi hanya satu menit setelah bursa dibuka, menggambarkan ketegangan pasar yang cepat memburuk. Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 243 saham mengalami pelemahan, sementara 111 saham berhasil menguat, dan 289 lainnya stagnan. Volume perdagangan pada sesi awal mencapai 2,39 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp1,07 triliun.
Sentimen pasar didominasi kekhawatiran terhadap tren inflasi global yang tetap tinggi, terutama setelah data indeks harga produsen (PPI) AS untuk Agustus menunjukkan kenaikan 0,4% bulanan dan 5,4% tahunan. Kenaikan tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam rapat kebijakan pada 16 September mendatang. Imbal hasil obligasi AS jangka panjang, khususnya Treasury 10 tahun, melonjak ke level 4,95%, mencatat tertinggi sejak Oktober 2023, menambah tekanan terhadap pasar saham global.
Pergerakan harga minyak mentah juga menjadi faktor penekan utama. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melonjak melewati ambang US$100 per barel, menyentuh level tertinggi sejak 19 Mei, didorong oleh ketegangan geopolitik antara AS dan Iran yang telah berlangsung selama tujuh bulan. Kenaikan harga komoditas ini berdampak langsung pada imbal hasil surat berharga negara, yang kembali menguat dan menurunkan valuasi aset berisiko seperti saham.
Di kawasan Asia-Pasifik, tekanan serupa terjadi. Indeks Kospi Korea Selatan turun 2,7%, Nikkei 225 Jepang melemah 2,6%, dan S&P/ASX 200 Australia terkoreksi 1%. Penurunan ini berlangsung setelah saham AS mengalami tekanan pada sesi sebelumnya, seiring lonjakan harga minyak dan sentimen inflasi yang menekan ekspektasi kebijakan moneter global. Investor kini menantikan rilis data indeks harga konsumen (CPI) AS untuk Agustus, yang menjadi kunci dalam menilai arah kebijakan The Fed.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Penertiban Kendaraan Nunggak Pajak Dibantah, APPI: Tidak Ada Edaran Resmi
APPI membantah keaslian pengumuman soal razia kendaraan nunggak pajak hingga ke rumah, menegaskan tidak pernah mengeluarkan edaran semacam itu pada akhir September 2026.
11 September 2026

BPS Pertimbangkan Data Pajak untuk Perbaiki Akurasi Bansos
BPS mengkaji pemanfaatan data perpajakan guna meningkatkan akurasi pemetaan sosial ekonomi dan ketepatan sasaran bantuan sosial melalui DTSEN.
11 September 2026

Coretax sebagai Alat Ukur Kemiskinan yang Lebih Akurat
Data perpajakan melalui sistem Coretax berpotensi menjadi dasar pengukuran kemiskinan dan penyaluran bantuan sosial secara lebih tepat sasaran.
11 September 2026

Asing Beli Bersih Rp1,95 Triliun di 10 Saham Saat IHSG Melemah
Investor asing catatkan beli bersih senilai Rp1,95 triliun di 10 emiten utama meski IHSG turun 1,29% pada Kamis (10/9/2026).
11 September 2026
Berita Lainnya

Rahasia Telur Orak-Arik Lembut ala Restoran
Jumat, 11 September 2026, 22.48 WITA

Resep Sari Kacang Hijau Rumahan untuk Kesehatan dan Hemat
Jumat, 11 September 2026, 22.47 WITA

5 Tanda Makanan di Kulkas Sudah Rusak, Jangan Dikonsumsi Lagi
Jumat, 11 September 2026, 22.46 WITA

Festival Kuliner Serpong Tonjolkan Warisan Rasa Sumatera
Jumat, 11 September 2026, 22.46 WITA

BYD Putuskan Ubah Strategi Produksi di Malaysia
Jumat, 11 September 2026, 22.45 WITA

Thailand Siapkan Tarif Tiga Level untuk Kendaraan Listrik
Jumat, 11 September 2026, 22.45 WITA

iPhone 18 Pro Hadirkan Revolusi Kecerdasan dan Performa
Jumat, 11 September 2026, 22.38 WITA

iPhone Duo Hadirkan Revolusi Layar Lipat dengan Fitur Unggulan
Jumat, 11 September 2026, 22.38 WITA


