Harga Pertalite dan Solar Tetap Stabil Meski Minyak Dunia Tembus US$108
Pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tetap tidak naik meski harga minyak dunia melonjak ke level US$108 per barel, dengan keputusan didukung arahan presiden untuk jaga daya beli masyarakat.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 22.30 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah tetap mempertahankan harga bahan bakar minyak bersubsidi, baik pertalite maupun solar, meskipun harga minyak dunia kembali melonjak dan menembus angka US$108 per barel. Kenaikan tersebut tercatat pada harga minyak Brent yang mencapai US$108,68 per barel, sementara minyak WTI AS berada di level US$103,45 per barel, menunjukkan tekanan inflasi yang terus mengintai.
Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan ekonomi makro dan perlindungan terhadap masyarakat menengah ke bawah. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral menegaskan bahwa pemerintah memilih menambah anggaran subsidi ketimbang menaikkan harga BBM, sebagai bentuk respons terhadap arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya menjaga daya beli rakyat.
Dalam pernyataannya, Menteri menyampaikan bahwa meskipun harga minyak dunia saat ini tinggi, rata-rata harga minyak sejak awal tahun hingga September masih berada di kisaran US$85 hingga US$90 per barel. Angka ini menjadi dasar pengambilan kebijakan agar tidak terjadi gejolak harga di dalam negeri.
Koordinasi intensif dilakukan antara Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan untuk memastikan keberlanjutan anggaran subsidi tanpa menimbulkan beban fiskal berlebihan. Pemerintah tetap berkomitmen menjaga stabilitas harga energi agar tidak memberi dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Penertiban Kendaraan Nunggak Pajak Dibantah, APPI: Tidak Ada Edaran Resmi
APPI membantah keaslian pengumuman soal razia kendaraan nunggak pajak hingga ke rumah, menegaskan tidak pernah mengeluarkan edaran semacam itu pada akhir September 2026.
11 September 2026

BPS Pertimbangkan Data Pajak untuk Perbaiki Akurasi Bansos
BPS mengkaji pemanfaatan data perpajakan guna meningkatkan akurasi pemetaan sosial ekonomi dan ketepatan sasaran bantuan sosial melalui DTSEN.
11 September 2026

Coretax sebagai Alat Ukur Kemiskinan yang Lebih Akurat
Data perpajakan melalui sistem Coretax berpotensi menjadi dasar pengukuran kemiskinan dan penyaluran bantuan sosial secara lebih tepat sasaran.
11 September 2026

Asing Beli Bersih Rp1,95 Triliun di 10 Saham Saat IHSG Melemah
Investor asing catatkan beli bersih senilai Rp1,95 triliun di 10 emiten utama meski IHSG turun 1,29% pada Kamis (10/9/2026).
11 September 2026
Berita Lainnya

Rahasia Telur Orak-Arik Lembut ala Restoran
Jumat, 11 September 2026, 22.48 WITA

Resep Sari Kacang Hijau Rumahan untuk Kesehatan dan Hemat
Jumat, 11 September 2026, 22.47 WITA

5 Tanda Makanan di Kulkas Sudah Rusak, Jangan Dikonsumsi Lagi
Jumat, 11 September 2026, 22.46 WITA

Festival Kuliner Serpong Tonjolkan Warisan Rasa Sumatera
Jumat, 11 September 2026, 22.46 WITA

BYD Putuskan Ubah Strategi Produksi di Malaysia
Jumat, 11 September 2026, 22.45 WITA

Thailand Siapkan Tarif Tiga Level untuk Kendaraan Listrik
Jumat, 11 September 2026, 22.45 WITA

iPhone 18 Pro Hadirkan Revolusi Kecerdasan dan Performa
Jumat, 11 September 2026, 22.38 WITA

iPhone Duo Hadirkan Revolusi Layar Lipat dengan Fitur Unggulan
Jumat, 11 September 2026, 22.38 WITA


