Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

IHSG Pulih dari Pelemahan Tajam di Sesi II

Indeks Harga Saham Gabungan kembali ke atas level 5.000 setelah sempat anjlok hingga 3,53%, didorong penguatan sektor unggulan dan aktivitas perdagangan tinggi.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 17.47 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 64x dibuka
IHSG Pulih dari Pelemahan Tajam di Sesi II📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan kebangkitan signifikan pada sesi perdagangan kedua hari ini, menyusul pelemahan tajam di awal sesi. Pada pukul 14.51 WIB, indeks berada di posisi 5.002,28, melemah 182,82 poin atau 3,53% dari level penutupan sebelumnya. Namun, tren negatif berubah seiring masuknya arus beli yang menguat, memungkinkan IHSG kembali menembus ambang psikologis 5.000 dan mencapai level tertinggi harian di 5.006,07. Penguatan ini menandai penyempitan koreksi setelah sempat menyentuh titik terendah di sekitar 4.980 pada pukul 11.00 WIB.

Pergerakan positif didukung oleh aktivitas pasar yang tinggi, dengan volume transaksi mencapai 240,98 juta lot dan nilai transaksi sekitar Rp15,53 triliun. Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya, menunjukkan minat investor yang tetap aktif meski menghadapi volatilitas. Penurunan sektor-sektor utama seperti infrastruktur, properti, dan industri menunjukkan penurunan koreksi, masing-masing berada di level -2,2%, -2,5%, dan -2,8%, yang berkontribusi pada pemulihan indeks secara keseluruhan.

Saham-saham yang menjadi penopang penguatan antara lain PT Bank Sinarmas Tbk. (BSIM), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI), PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA), serta PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA). Di sisi lain, sejumlah emiten masih menjadi tekanan utama, termasuk PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bayan Resources Tbk. (BYAN), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM), dan PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN).

Pemulihan IHSG terjadi setelah sempat mengalami penurunan hingga 5% pada akhir sesi I, namun koreksi berkurang menjadi 3,8% pada penutupan sesi II. Pasar mulai menghangat dengan isu mengenai potensi masuknya Danantara ke pasar saham untuk membeli saham BUMN yang dinilai sudah murah secara valuasi. Isu ini memperkuat sentimen positif di tengah koreksi pasar yang berlangsung secara bertahap.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya