Indonesia Harus Kuasai Teknologi Logam Tanah Jarang untuk Jadi Negara Maju
Penguasaan teknologi pengolahan logam tanah jarang kini jadi tolok ukur kekuatan negara, bukan lagi dominasi sumber daya fosil seperti minyak dan batu bara.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 11.35 WITA·👁 3 orang membaca· 3 hari ini · 8x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Perubahan paradigma global dalam menentukan kekuatan ekonomi nasional telah menggeser fokus dari komoditas fosil ke sumber daya strategis seperti logam tanah jarang (LTJ). Menurut Deputi Bidang Riset dan Pengembangan Teknologi Badan Industri Mineral, transformasi ini muncul seiring percepatan transisi energi dan berkembangnya teknologi ramah lingkungan di berbagai sektor industri. Kini, negara yang unggul bukan hanya yang memiliki cadangan melimpah, tetapi yang mampu menguasai seluruh rantai nilai dari ekstraksi hingga produksi akhir.
Kebutuhan akan logam tanah jarang meningkat drastis, terutama untuk kendaraan listrik dan pembangkit listrik tenaga angin. Data International Energy Agency mencatat, kebutuhan mineral untuk mobil listrik naik enam kali lipat, sementara untuk turbin angin darat melonjak hingga sembilan kali lipat dibandingkan sistem berbasis gas. Unsur seperti neodymium, praseodymium, dysprosium, terbium, dan yttrium menjadi kunci utama dalam pembuatan magnet permanen yang mendukung efisiensi teknologi tersebut.
Indonesia memiliki potensi besar dalam mineral LTJ, tersebar di lebih dari 250 PLTU dan limbah elektronik yang belum dimanfaatkan secara optimal. Namun, tanpa kemampuan pengolahan mandiri, negara berisiko kehilangan nilai tambah tinggi karena ekspor bahan mentah yang kemudian diimpor kembali sebagai produk jadi. Dalam skenario ini, kerugian negara bisa mencapai triliunan rupiah akibat kehilangan nilai rantai industri.
Untuk mencegah hal tersebut, pemerintah melalui Badan Industri Mineral berkomitmen mempercepat riset dan pengembangan teknologi pengolahan mineral strategis. Tujuannya bukan sekadar menarik investor, tetapi membangun kapasitas lokal dalam menguasai teknologi hilir secara mandiri. Hilirisasi sejati, menurut pihak terkait, adalah ketika bangsa mampu menguasai seluruh proses produksi dari hulu hingga hilir, tanpa ketergantungan pada teknologi asing.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Google Maps Dorong Kolaborasi Lokasi Real-Time Tanpa Batas
Fitur berbagi lokasi di Google Maps memungkinkan pengguna memantau posisi orang lain secara real-time tanpa batas waktu, sekaligus menampilkan perkiraan kedatangan dan kondisi baterai perangkat.
11 September 2026

InterSystems Fokus Bangun Fondasi Digital Kesehatan di Era AI
Forum Asia READY 2026 di Bangkok menekankan pentingnya interoperabilitas dan data terpercaya sebagai dasar penerapan AI dalam layanan kesehatan yang efisien dan terintegrasi.
11 September 2026

iPhone 18 Pro dan Pro Max Resmi Meluncur, Tawarkan Performa dan Kecerdasan Buatan Terkini
Apple meluncurkan iPhone 18 Pro dan Pro Max dengan peningkatan kamera, baterai, dan dukungan kecerdasan buatan di berbagai pasar global mulai 18 September 2026.
11 September 2026

Xiaomi Pad 9 Pro Max Resmi Meluncur dengan Spesifikasi Premium
Tablet flagship terbaru dari Xiaomi dilengkapi layar 13,3 inci, baterai 12.000 mAh, dan pengisian cepat 120W untuk menunjang produktivitas dan hiburan.
11 September 2026
Berita Lainnya

Premi Asuransi Mobil Listrik Lebih Tinggi, Ini Alasannya
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Cek Tagihan dan Tarif Listrik PLN via HP, Ini Rincian 2026
Jumat, 11 September 2026, 19.46 WITA

Indonesia Siapkan Tim Negosiator Unggul untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi 2029
Jumat, 11 September 2026, 19.39 WITA

Indonesia dan Rusia Perkuat Hilirisasi Bauksit di Kalimantan
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Operator Kapal Masih Enggan Angkut Mobil Listrik
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

WEY G9 Hi4 Resmi Hadir, Ancam Dominasi Alphard
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Beli iPhone 18 Duo di Luar Negeri? Siapkan Rp66,7 Juta untuk Pajak
Jumat, 11 September 2026, 19.38 WITA

Kapolri Ajak Pengusaha Laporkan Premanisme di Kawasan Industri
Jumat, 11 September 2026, 19.37 WITA


