Jumat, 11 September 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

INALUM Raih Peringkat BBB- dari S&P Global Ratings

INALUM berhasil meraih peringkat kredit internasional BBB- dengan outlook stabil, mencerminkan kredibilitas kuat dan posisi strategis dalam industri aluminium nasional.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 11 September 2026, 15.37 WITA·👁 1 orang membaca· 1 hari ini · 7x dibuka
INALUM Raih Peringkat BBB- dari S&P Global Ratings📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM kini memiliki peringkat kredit internasional 'BBB-' dengan outlook stabil dari S&P Global Ratings, menandai pencapaian penting dalam peningkatan profil keuangan perusahaan. Pencapaian ini menegaskan kualifikasi investment-grade INALUM di pasar global dan menjadi fondasi kuat bagi ekspansi serta transformasi industri aluminium di Tanah Air. Penilaian ini didasarkan pada posisi strategis perusahaan dalam Grup MIND ID serta dukungan konsisten dari pemerintah melalui struktur kepemilikan dan arahan kebijakan strategis.

S&P Global Ratings menilai INALUM sebagai pelaku kunci dalam hilirisasi bauksit dan pengembangan rantai nilai aluminium nasional, sesuai dengan visi integrasi industri mineral dan logam yang digagas MIND ID. Perusahaan dinilai memiliki struktur biaya operasional yang kompetitif, berada di kuartil pertama global pada tahun 2026, didukung oleh pasokan energi hidro yang stabil dan integrasi bahan baku domestik. Efisiensi ini menjadi pilar utama dalam ketahanan kredit, sekaligus memperkuat daya saing dalam kondisi fluktuasi harga global.

Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita, menegaskan bahwa peringkat tersebut merupakan bentuk pengakuan atas kerja keras dan komitmen terhadap tata kelola yang baik. Ia menekankan bahwa pertumbuhan perusahaan tetap berlandaskan disiplin finansial, operasional yang kuat, dan transformasi berkelanjutan. Dengan dukungan MIND ID, INALUM akan mempercepat pengembangan SGAR 2 dan Smelter 2 sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional, yang ditargetkan meningkatkan kapasitas produksi alumina dan aluminium secara signifikan hingga 2030.

Peningkatan peringkat ini sejalan dengan peningkatan peringkat domestik oleh PEFINDO dari idAA-/Stable menjadi idAA/Stable pada Agustus 2026, menunjukkan konsistensi kinerja dan kepercayaan pasar. Kedua penilaian tersebut menjadi fondasi penting bagi pendanaan proyek hilirisasi 2026–2029. Dengan kapasitas smelter primer saat ini sekitar 275 ribu ton per tahun dan produksi alumina dari BAI sekitar 1 juta ton per tahun, pengembangan SGAR 2 dan Smelter 2 akan melipatgandakan kapasitas dan meningkatkan nilai tambah sumber daya nasional secara berkelanjutan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya