Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Indonesia Usung Budi Gunadi Sadikin Jadi Kandidat Dirjen WHO

Indonesia mengusung Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebagai salah satu kandidat utama pemimpin baru Organisasi Kesehatan Dunia, menyusul pemilihan yang dijadwalkan Mei 2027.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 21.24 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 76x dibuka
Indonesia Usung Budi Gunadi Sadikin Jadi Kandidat Dirjen WHO📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Pemilihan Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mulai menemui titik terang dengan munculnya tujuh tokoh yang diusulkan oleh negara anggota. Salah satu nama yang mendapat perhatian khusus adalah Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, yang diusung sebagai kandidat oleh pemerintah Indonesia. Dalam proses seleksi yang akan berlangsung pada Sidang Majelis Kesehatan Dunia Mei 2027, ia bersaing dengan perwakilan dari Qatar, Arab Saudi, Belgia, China, Spanyol, dan Botswana. Posisi ini akan menggantikan Tedros Adhanom Ghebreyesus, yang masa jabatannya berakhir 15 Agustus 2027.

Budi Gunadi Sadikin, yang menjabat sebagai Menkes sejak Desember 2020, memiliki latar belakang unik dibandingkan kandidat lainnya. Ia bukan lulusan kedokteran atau profesional kesehatan masyarakat secara tradisional, melainkan berasal dari sektor teknologi dan perbankan, pernah bekerja di IBM Asia-Pasifik serta berbagai institusi keuangan besar seperti Bank Mandiri dan ABN AMRO. Namun, pengalaman manajerial dan keuangan yang dimilikinya menjadi modal utama dalam mengelola transformasi sistem kesehatan nasional, terutama selama masa pandemi.

Selama kepemimpinannya, Budi aktif dalam pengadaan alat tes, vaksin, dan obat-obatan, serta memastikan distribusi yang merata ke seluruh wilayah Indonesia. Ia juga dikenal sebagai tokoh yang mendorong peningkatan peran WHO sebagai lembaga standar ilmiah global, serta mendukung negara berkembang dalam membangun kapasitas kesehatan nasional. Dukungan terhadap pencalonannya ditegaskan oleh Menteri Luar Negeri Indonesia, Arrmanatha Christiawan Nasir, yang menegaskan bahwa usulan ini merupakan bentuk komitmen Jakarta dalam memperjuangkan tata kelola kesehatan global yang lebih inklusif dan adil.

Kandidat lain yang muncul dalam daftar memiliki rekam jejak kuat di bidang kesehatan global. Hanan Mohammed Al-Kuwari dari Qatar memimpin sistem kesehatan nasional dan korporasi rumah sakit utama di negaranya. Hanan Balkhy dari Arab Saudi menjabat sebagai Direktur Regional WHO untuk Mediterania Timur dan memiliki pengalaman dalam menangani resistansi antimikroba. Hans Henri P. Kluge dari Belgia, yang kini menjabat Direktur Regional WHO Eropa, memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade dalam penanganan krisis kesehatan darurat, termasuk pandemi. Sementara itu, Song Li dari China, María P. Neira dari Spanyol, dan Gevorg Tamamyan dari Botswana juga membawa latar belakang spesifik yang relevan dengan tantangan kesehatan global saat ini.

Pemilihan pemimpin baru WHO diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sistem kesehatan global, terutama dalam menangani ancaman kesehatan lintas batas, kesiapan respons krisis, dan penguatan kapasitas negara berkembang. Indonesia melalui pencalonan Budi Gunadi Sadikin menekankan pentingnya kepemimpinan yang berbasis pada keadilan, transparansi, dan keterlibatan aktif negara-negara berkembang dalam pengambilan keputusan kesehatan global.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya