INKA dalam Krisis Keuangan, Butuh Transformasi Total
PT Industri Kereta Api (Persero) mengalami kerugian Rp677 miliar dan utang tak terkelola sebesar Rp4,7 triliun, memicu upaya pembenahan menyeluruh demi kelangsungan industri perkeretaapian nasional.
Redaksi iNarasikita·Selasa, 15 September 2026, 19.29 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 1x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kondisi keuangan PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA dikonfirmasi sedang tidak stabil, dengan kerugian bersih mencapai Rp677 miliar dan posisi ekuitas negatif. Selain itu, perusahaan juga menanggung beban pinjaman yang dianggap tidak berkelanjutan sekitar Rp4,7 triliun, menunjukkan ketidakberdayaan finansial yang kritis. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh petinggi Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia, yang juga menjabat Kepala Badan Pengatur BUMN, dalam keterangan resmi.
Dony Oskaria menekankan bahwa INKA sebagai perusahaan manufaktur dengan pasar yang terdefinisi jelas seharusnya tidak berada dalam kondisi seperti ini. Ia menyoroti ironi bahwa perusahaan yang menyediakan produk strategis justru mengalami kerugian besar dan ketergantungan pada utang yang tidak terkelola. Menurutnya, hal ini menunjukkan kegagalan dalam pengelolaan bisnis dan perlu segera direformasi secara menyeluruh.
Upaya pemulihan, atau turn around, dinilai hanya bisa berjalan jika ada komitmen bersama dari semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan manajemen. Dony menegaskan bahwa transformasi bukan sekadar perbaikan teknis, melainkan perubahan mendasar dalam tata kelola, budaya kerja, dan model bisnis. Fokus utama adalah menciptakan efisiensi operasional, peningkatan kualitas produksi, serta pengelolaan keuangan yang sehat.
Transformasi INKA juga dirancang untuk mendukung visi nasional, khususnya dalam membangun industri perkeretaapian yang mandiri dan berkelanjutan. Dony menekankan pentingnya penyusunan grand plan sebagai fondasi perubahan, yang mencakup seluruh aspek mulai dari operasional, teknis, hingga sistem bisnis. Tujuannya adalah menjadikan INKA sebagai kekuatan industri strategis yang mampu menopang lapangan kerja dan mempercepat industrialisasi sektor transportasi darat.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Purbaya Akui Terganggu Tidur Usai Digantikan
Mantan Menteri Keuangan mengungkapkan kesulitan tidur setelah pergantian jabatan mendadak, namun kini mulai tenang menyusul penyerahan tugas kepada penggantinya.
15 September 2026

Jakarta Perkuat Kepercayaan Global untuk Investasi 2030
Gubernur DKI Jakarta menegaskan transformasi kota menuju global, hijau, dan tangguh melalui peningkatan kepercayaan publik dan kepastian iklim investasi hingga 2030.
15 September 2026

Rupiah Terus Melemah, Tekanan Global dan Kenaikan Suku Bunga Picu Penurunan
Rupiah mengalami pelemahan empat hari beruntun hingga menyentuh Rp17.685 per dolar AS, didorong penguatan greenback global dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
15 September 2026

RATU Percepat Akuisisi Aset Produksi di 2027
Perseroan menargetkan minimal satu akuisisi tahun depan, fokus pada aset berproduksi, sambil memanfaatkan private placement untuk dukung modal kerja dan ekspansi.
15 September 2026
Berita Lainnya

Apple Intelligence Hadirkan Fitur Cerdas di iPhone Terbaru
Selasa, 15 September 2026, 19.42 WITA

iPhone 18 Pro Resmi Meluncur dengan Revolusi Kamera dan AI
Selasa, 15 September 2026, 19.42 WITA

iPhone 18 Pro dan Pro Max: 10 Pertimbangan Sebelum Beli
Selasa, 15 September 2026, 19.41 WITA

Trump Bantah Ancaman AI, Sebut Isu Itu Hoaks
Selasa, 15 September 2026, 19.35 WITA

Samsung Siapkan Galaxy Z Trifold 2 Lebih Cepat
Selasa, 15 September 2026, 19.35 WITA

KPK Tangkap Dirjen BPN, Wamen ATR/BPN Tekankan Koordinasi dan Integritas
Selasa, 15 September 2026, 19.34 WITA

Gagalkan Penyelundupan Emas 29 Kg di Empat Bandara
Selasa, 15 September 2026, 19.34 WITA

Pemerintah Percepat Pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Hingga 2029
Selasa, 15 September 2026, 19.33 WITA


