Insentif Bea Masuk Nol Persen Dorong Kelangsungan Industri Plastik
Pemerintah berikan insentif bea masuk nol persen untuk bahan baku plastik selama enam bulan demi jaga keberlanjutan produksi dalam negeri.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 21.23 WITA·👁 1 orang membaca· 0 hari ini · 109x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Pemerintah meluncurkan insentif fiskal berupa bea masuk nol persen terhadap enam jenis bahan baku plastik strategis, berlaku selama enam bulan sejak Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68 Tahun 2026 diberlakukan. Kebijakan ini menjadi respons terhadap kenaikan harga bahan baku global yang berdampak pada rantai pasok industri dalam negeri. Penerapan insentif dilakukan dengan pertimbangan kondisi pasar internasional dan ketersediaan pasokan dalam negeri, serta sebagai bentuk dukungan terhadap daya saing sektor manufaktur.
Keputusan ini diambil setelah rapat koordinasi tingkat menteri yang digelar di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada 28 April 2026, dengan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan memastikan kelancaran produksi industri nasional di tengah volatilitas harga global. Ia menekankan urgensi menjaga efisiensi biaya produksi, terutama bagi sektor yang bergantung pada bahan baku plastik seperti kemasan, pertanian, rumah tangga, dan UMKM.
Berdasarkan data harga internasional per 13 Oktober 2026, harga Polypropylene naik hingga 42,79% dan Polyethylene meningkat 27,87% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan insentif ini, pemerintah berharap industri dalam negeri dapat mempertahankan aktivitas produksi tanpa terganggu oleh lonjakan biaya impor. Regulasi mencakup enam pos tarif, meliputi berbagai jenis Polyethylene (PE) dan Polypropylene (PP) yang umum digunakan dalam industri pengolahan plastik.
Pemerintah akan melakukan pemantauan dan evaluasi rutin terhadap implementasi kebijakan, termasuk mendengarkan masukan dari pelaku usaha. Evaluasi awal menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara bentuk bahan baku yang didapat (cair) dengan kebutuhan industri hilir yang memakai bentuk pellet. Hal ini menjadi catatan penting untuk penyempurnaan kebijakan di masa depan, terutama terkait waktu penerapan dan sasaran insentif agar lebih tepat dan efektif.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Lula dan Flavio Bolsonaro Saling Serang di Debat Akhir Pemilu
Debat terakhir sebelum putaran kedua pemilu Brasil memperlihatkan pertarungan sengit antara Lula dan Flavio Bolsonaro, yang saling menyerang secara pribadi dan menyoroti kebijakan masing-masing.
25 Oktober 2026

RI Kurangi Ekspor Gas ke Singapura, Dampaknya Di Bawah 2 Persen
Pengurangan pasokan gas ke Singapura oleh Indonesia mencapai 17 miliar Btu per hari selama 18 hari, berdampak kurang dari 2 persen terhadap kebutuhan harian negara tersebut.
25 Oktober 2026

OpenAI Perkuat Riset Farmasi Lewat Akuisisi Startup AI
OpenAI mengakuisisi Orchestra Bio untuk memperluas penerapan kecerdasan buatan dalam pengembangan obat melalui otomasi proses riset dan koordinasi tim ilmiah.
25 Oktober 2026

Gerindra Ungguli PDIP dan Golkar dalam Elektabilitas Survei IPO
Survei IPO menunjukkan Partai Gerindra memimpin elektabilitas dengan 23,1 persen, diikuti PDIP 11,6 persen dan Golkar 10,7 persen, sementara sebagian besar partai lain berada di bawah 10 persen.
25 Oktober 2026
Berita Lainnya

Transformasi Energi Indonesia Menapaki Jalur Kemandirian
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.30 WITA

Penghapusan Insentif Flat Hemat Rp3 Triliun untuk MBG
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.29 WITA

Koneksi Starlink Stabil di Kecepatan 400 km/Jam, Ungkap Menteri Pertahanan Ukraina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.08 WITA

Penyintas Serangan Gereja Yordania Ungkap Detik-detik Pelaku Arahkan Pistol
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.07 WITA

Richard Lee: Jangan Lawan Iblis dengan Logika
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Houthi Negasi Serangan ke Makkah dan Madinah, Sebut Klaim Saudi Bohong
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

Kanye West Tutup Konser GBK dengan Runaway Emosional
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

4 Pilot Tewas dalam Tabrakan Pesawat Latih di Filipina
Minggu, 25 Oktober 2026, 09.06 WITA

