Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Investasi Rp18 Triliun untuk Pembangkit Listrik dari Sampah Tahap 2

Proyek Pembangkit Listrik dari Sampah Tahap 2 butuh dana Rp18,03 triliun dengan dukungan kuat dari 34 lembaga keuangan.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 17.48 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 62x dibuka
Investasi Rp18 Triliun untuk Pembangkit Listrik dari Sampah Tahap 2📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Tahap 2 yang melibatkan delapan kota di Indonesia membutuhkan pendanaan sebesar US$ 1 miliar, setara Rp18,03 triliun berdasarkan kurs Rp18.039 per dolar AS. Proyek strategis nasional ini diluncurkan untuk menangani krisis pengelolaan sampah sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan di kawasan perkotaan.

Komitmen pendanaan dari sektor perbankan jauh melampaui ekspektasi awal, dengan indikasi dukungan lebih dari US$ 4 miliar—setara Rp72,17 triliun—yang mencatatkan tingkat oversubscription hingga 3,6 kali lipat dari kebutuhan awal. Hal ini menunjukkan antusiasme tinggi dari lembaga keuangan terhadap proyek yang dianggap bukan hanya komersial, tetapi juga sebagai solusi infrastruktur sosial mendesak.

Dari total 34 institusi keuangan yang terlibat, terdapat 13 bank internasional spesialis project finance, serta lembaga multilateral seperti ADB, AIIB, IsDB, dan KfW, ditambah bank-bank milik negara dan komersial nasional. Skema pembiayaan menawarkan tenor hingga 23 tahun, memperkuat kelayakan investasi jangka panjang.

Pengembangan PSEL Tahap 2 mencakup wilayah Medan Raya, Kabupaten Bekasi, Lampung, Serang, Semarang, Surabaya, Bogor Raya 2, dan Yogyakarta Raya. Semua proyek ditargetkan mulai konstruksi pada kuartal pertama atau kedua 2027 dan siap beroperasi penuh pada 2029. Dengan pendekatan one stop service bersama Danantara, proses perizinan, pembebasan lahan, Amdal, hingga penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik (PPA) dengan PLN telah dipercepat, menekan risiko dan mempercepat realisasi.

Tujuan utama proyek ini adalah mendorong transisi menuju ekonomi sirkular dengan memanfaatkan sampah sebagai sumber daya bernilai. Dengan pendekatan terintegrasi, PSEL bukan hanya menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga menyediakan energi bersih secara berkelanjutan bagi kawasan perkotaan.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya