Investasi Rp18 Triliun untuk Pembangkit Listrik dari Sampah Tahap 2
Proyek Pembangkit Listrik dari Sampah Tahap 2 butuh dana Rp18,03 triliun dengan dukungan kuat dari 34 lembaga keuangan.
Redaksi iNarasikita·Senin, 19 Oktober 2026, 17.48 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 62x dibuka
📷 CNBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Tahap 2 yang melibatkan delapan kota di Indonesia membutuhkan pendanaan sebesar US$ 1 miliar, setara Rp18,03 triliun berdasarkan kurs Rp18.039 per dolar AS. Proyek strategis nasional ini diluncurkan untuk menangani krisis pengelolaan sampah sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan di kawasan perkotaan.
Komitmen pendanaan dari sektor perbankan jauh melampaui ekspektasi awal, dengan indikasi dukungan lebih dari US$ 4 miliar—setara Rp72,17 triliun—yang mencatatkan tingkat oversubscription hingga 3,6 kali lipat dari kebutuhan awal. Hal ini menunjukkan antusiasme tinggi dari lembaga keuangan terhadap proyek yang dianggap bukan hanya komersial, tetapi juga sebagai solusi infrastruktur sosial mendesak.
Dari total 34 institusi keuangan yang terlibat, terdapat 13 bank internasional spesialis project finance, serta lembaga multilateral seperti ADB, AIIB, IsDB, dan KfW, ditambah bank-bank milik negara dan komersial nasional. Skema pembiayaan menawarkan tenor hingga 23 tahun, memperkuat kelayakan investasi jangka panjang.
Pengembangan PSEL Tahap 2 mencakup wilayah Medan Raya, Kabupaten Bekasi, Lampung, Serang, Semarang, Surabaya, Bogor Raya 2, dan Yogyakarta Raya. Semua proyek ditargetkan mulai konstruksi pada kuartal pertama atau kedua 2027 dan siap beroperasi penuh pada 2029. Dengan pendekatan one stop service bersama Danantara, proses perizinan, pembebasan lahan, Amdal, hingga penandatanganan Perjanjian Jual Beli Listrik (PPA) dengan PLN telah dipercepat, menekan risiko dan mempercepat realisasi.
Tujuan utama proyek ini adalah mendorong transisi menuju ekonomi sirkular dengan memanfaatkan sampah sebagai sumber daya bernilai. Dengan pendekatan terintegrasi, PSEL bukan hanya menyelesaikan masalah lingkungan, tetapi juga menyediakan energi bersih secara berkelanjutan bagi kawasan perkotaan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sekjen D-8 tegaskan peran strategis negara anggota dalam menjaga stabilitas global dan memperkuat kerja sama ekonomi melalui transformasi hijau dan digital.
24 Oktober 2026

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Monako meraih posisi teratas dalam indeks tempat tinggal terbaik dunia 2026 berdasarkan evaluasi lima aspek kunci, termasuk kualitas hidup dan keamanan.
24 Oktober 2026

Gajian Jadi Waktu Tepat, Transmart Gelar Diskon Besar-besaran
Transmart menggelar Full Day Sale pada 25 Oktober 2026 dengan diskon hingga 50% + 20% khusus pemegang kartu kredit Bank Mega, Mega Syariah, dan Mandiri.
24 Oktober 2026

Kipas Angin Lokal Dominan, Komponen Impor dari China
Di Glodok, Jakarta Barat, mayoritas kipas angin merek lokal dirakit dalam negeri, tetapi sebagian besar komponennya berasal dari China, didukung harga kompetitif dan kebutuhan industri.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

