Sabtu, 24 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Investasi Swasta Rp4 Triliun Dorong Pembangunan IKN

Dua proyek besar dari China dan Korea Selatan, masing-masing senilai Rp1,5 triliun dan Rp2,5 triliun, didorong untuk membangun apartemen dan perkantoran di Ibu Kota Nusantara.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Rabu, 21 Oktober 2026, 23.24 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 34x dibuka
Investasi Swasta Rp4 Triliun Dorong Pembangunan IKN📷 ANTARA

Kendari, ıNarasikita - Pembangunan Ibu Kota Nusantara kini mendapat dukungan signifikan dari sektor swasta melalui investasi langsung dan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha. Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara mengungkapkan total nilai investasi yang masuk untuk proyek hunian dan fasilitas perkantoran mencapai Rp4 triliun, berasal dari dua perusahaan asing.

Proyek pertama berasal dari perusahaan asal Tiongkok, Starbright, yang menanamkan dana sekitar Rp1,5 triliun untuk pengembangan apartemen dan gedung perkantoran. Sementara itu, perusahaan asal Korea Selatan, Dian Jaya, menyumbang sebesar Rp2,5 triliun untuk proyek serupa, menunjukkan minat kuat dari investor internasional terhadap infrastruktur komersial di IKN.

Selain dua proyek tersebut, terdapat pula minat dari sektor perhotelan, restoran, dan usaha makanan minuman yang tengah dipertimbangkan untuk dikembangkan di kawasan IKN. Langkah ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada anggaran negara dan mempercepat pembangunan dengan melibatkan sektor swasta secara aktif.

Dalam skema KPBU, pemerintah juga merancang pembangunan hunian bagi aparatur sipil negara (ASN), meliputi delapan menara apartemen dan 109 unit rumah tapak. Delapan menara tersebut khusus disiapkan untuk menampung pegawai negeri yang akan ditempatkan di IKN, menandakan komitmen pemerintah dalam menyediakan fasilitas tempat tinggal yang layak.

Pencapaian pembangunan kawasan eksekutif telah mencapai 100 persen, sementara infrastruktur untuk lembaga legislatif dan yudikatif saat ini telah menyelesaikan sekitar 30 persen dari rencana awal. Progres ini menunjukkan kecepatan realisasi yang terus diperkuat, meskipun tantangan seperti kebakaran hutan tetap menjadi perhatian utama.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya