Jumat, 2 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Iran Bantah Dideportasi, Pergi dari AS Sesuai Jadwal

Delegasi Iran menegaskan keberangkatan dari New York sesuai rencana, menolak tudingan diusir setelah negosiasi mengenai Selat Hormuz gagal.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 17.42 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
Iran Bantah Dideportasi, Pergi dari AS Sesuai Jadwal📷 CNN Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Delegasi Iran yang berada di New York menegaskan bahwa keberangkatan mereka dari Amerika Serikat pada Senin (28/9) dilakukan secara terjadwal, bukan akibat tekanan atau pengusiran dari pihak pemerintah AS. Pernyataan ini disampaikan melalui akun resmi Misi Iran di PBB, menanggapi laporan yang menyebut Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio memerintahkan pengusiran diplomat Iran. Menurut pernyataan resmi, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi menyebarkan informasi yang tidak akurat dan tidak relevan oleh Departemen Luar Negeri AS.

Sebelumnya, berbagai media melaporkan bahwa Rubio memerintahkan agar delegasi Iran, termasuk Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, segera meninggalkan wilayah AS setelah negosiasi mengenai keberadaan di Selat Hormuz mengalami kegagalan. Laporan itu didukung oleh seorang pejabat AS yang menyebut delegasi Iran telah berada di AS terlalu lama, terlebih setelah Sidang Umum PBB berakhir. Namun, sumber lain menegaskan bahwa jadwal keberangkatan Araghchi memang sudah ditentukan sebelumnya.

Pada Selasa (29/9), Araghchi diberitakan terbang dari New York menuju Doha pada pukul 01.20 waktu setempat atau sekitar 05.20 GMT. Perjalanan ini disebut sebagai bagian dari rencana operasional yang telah direncanakan jauh sebelum pertemuan berakhir tanpa kesepakatan. Araghchi sebelumnya juga menyatakan niatnya untuk kembali ke Teheran setelah menyelesaikan tugas di forum internasional.

Pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya mediasi untuk menyelesaikan ketegangan antara AS-Israel dengan Iran, khususnya terkait keamanan dan akses di Selat Hormuz. Gedung Putih sebelumnya sempat menyampaikan harapan bahwa pertemuan Senin dapat menghasilkan kemajuan signifikan. Namun, pada sore hari, Washington menyatakan bahwa pembicaraan telah mencapai titik mati tanpa hasil konkret.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya