Jubir Baru Trump Diperiksa Soal Kredensial Hukum
Jubir Gedung Putih yang baru dilantik, Katie Zacharia, dikaitkan dengan klaim sebagai pengacara tanpa lisensi, memicu penyelidikan oleh otoritas hukum California.
Redaksi iNarasikita·Sabtu, 17 Oktober 2026, 15.31 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 115x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Katie Zacharia, yang baru menjabat sebagai juru bicara Gedung Putih dalam masa pemerintahan Presiden Donald Trump, kini menjadi sorotan setelah muncul dugaan bahwa dirinya menyebut diri sebagai pengacara tanpa memiliki lisensi resmi di Amerika Serikat. Klaim tersebut muncul setelah kelompok pengawas kebijakan publik di Washington DC mengajukan pengaduan ke kantor pengacara California, menuntut penyelidikan terhadap kualifikasi hukum yang diklaimnya. Pihak pengadu menekankan bahwa menyatakan diri sebagai pengacara tanpa izin merupakan pelanggaran hukum serius di negara bagian tersebut.
Berdasarkan data dari platform LinkedIn, Zacharia menyelesaikan pendidikan hukum di Pepperdine Caruso School of Law pada 2011. Namun, sejumlah pihak mempertanyakan apakah ia benar-benar lulus ujian profesi hukum atau memiliki izin praktik di salah satu negara bagian AS. Kritikus menyoroti bahwa Zacharia kerap mengklaim kredensial hukum saat tampil sebagai komentator di media televisi, termasuk Fox News dan Newsmax, yang menimbulkan kekhawatiran terhadap transparansi dan integritas informasi yang disampaikannya.
Dalam konferensi pers pertamanya sebagai juru bicara, Zacharia terlihat mengalami kesulitan dalam berbicara, sering mengulang kalimat dan berbicara terbata-bata. Ia menghabiskan waktu kurang dari 15 menit untuk menyampaikan pernyataan yang telah disiapkan, sebagian besar berisi ucapan terima kasih kepada Trump atas kesempatan yang diberikan. Saat ditanya soal lokasi pengambilan ujian sertifikasi pengacara, ia menyebut Tiongkok, yang kemudian memunculkan pertanyaan lebih lanjut mengingat ujian hukum nasional di sana hanya terbuka bagi warga negara Tiongkok.
Profil publik Zacharia menyebutkan pengalamannya sebagai associate di firma hukum Zhong Lun di Beijing antara 2011 hingga 2013, serta pernah menjabat sebagai penasihat eksternal Bank Dunia dan International Finance Corporation saat berada di sana. Ia juga tercatat sebagai penasihat umum kelompok hak suara Fix California pada 2024–2025, yang didirikan oleh mantan pejabat pemerintahan Trump. Di media sosial, ia menggambarkan dirinya sebagai pengacara, ibu, dan istri, memperkuat narasi profesional yang dikembangkan sebelum menjabat di Gedung Putih.
Menanggapi kritik, Zacharia menyatakan kepada Associated Press bahwa dirinya memiliki kualifikasi dalam bidang hukum transaksi internasional, meski tidak menyebutkan secara eksplisit apakah ia memiliki lisensi formal. Ia sebelumnya menjabat sebagai penasihat komunikasi di Kementerian Keamanan Dalam Negeri dan kemudian sebagai penasihat senior di Trump Media and Technology Group, perusahaan yang mengelola platform Truth Social. Meskipun demikian, belum ada bukti resmi yang menunjukkan ia memiliki lisensi pengacara di AS.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Gubernur Kalteng lakukan penanaman pohon di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan sebagai bagian dari rehabilitasi lingkungan dan ajakan bersama jaga kelestarian alam.
24 Oktober 2026

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman meninjau program BSPS di Cengkareng untuk memastikan bantuan bedah rumah sampai tepat sasaran kepada masyarakat berpenghasilan rendah.
24 Oktober 2026

Pemerintah dan Pertamina Percepat Siap Operasional Kilang RDMP Balikpapan
Pemerintah dan Pertamina memastikan kesiapan operasional Kilang RDMP Balikpapan dengan progres 99 persen, demi menjaga keandalan pasokan energi nasional.
24 Oktober 2026

Pemerintah Perkuat Rantai Pasok Pangan Hadapi Tantangan Iklim
Menteri Pertanian menekankan perlunya perbaikan rantai pasok pangan untuk mengatasi disparitas harga antara peternak dan konsumen di tengah ancaman iklim ekstrem.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.23 WITA

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.21 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

