Kapolri Baru Diuji Kinerja di Tengah Warisan Pelanggaran HAM
Pelantikan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri diikuti sorotan tajam terhadap kultur kekerasan dan jejak pelanggaran HAM selama era sebelumnya.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 2 Oktober 2026, 09.03 WITA·👁 0 orang membaca· 0 hari ini · 3x dibuka
📷 BBC IndonesiaKendari, ıNarasikita - Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (01/10), menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang telah selesai masa jabatannya. Pelantikan dilakukan setelah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) memberikan persetujuan melalui rapat paripurna, menyusul hasil uji kelayakan dan kepatutan yang berlangsung selama sekitar 30 menit di Komisi III. Dalam proses tersebut, seluruh fraksi partai politik, Mahkamah Kehormatan Dewan, dan pimpinan DPR menyetujui Suyudi sebagai calon tunggal, tanpa penolakan.
Pengangkatan ini datang di tengah kritik mendalam terhadap kinerja institusi kepolisian selama masa kepemimpinan Listyo Sigit. Pegiat dari Amnesty International, Haeril Halim, menekankan bahwa pergantian kepemimpinan tidak otomatis menyelesaikan masalah mendasar, terutama terkait pelanggaran hak asasi manusia yang diduga dilakukan oleh oknum kepolisian. Ia menyebut kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat sebagai contoh nyata rekayasa dan penutupan kasus oleh petinggi, termasuk Ferdy Sambo, yang bahkan diberi kenaikan pangkat dan jabatan setelah terlibat.
Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 135 orang akibat penggunaan gas air mata juga menjadi sorotan, karena proses hukum yang belum menjangkau komando tinggi. Selain itu, data Komnas HAM mencatat sebanyak 805 laporan pelanggaran HAM terhadap kepolisian pada tahun 2025, sebagian besar terkait penggunaan kekuasaan dalam pengamanan aksi unjuk rasa. KontraS melaporkan pula 561 peristiwa kekerasan yang melibatkan anggota Polri antara Juli 2025 hingga Juni 2026, dengan 1.047 korban luka, 4.631 penangkapan sewenang-wenang, dan 35 jiwa meninggal dunia.
Haeril menekankan bahwa kapolri baru harus berani menindak tegas oknum pelanggar di jajaran bawah, bukan hanya melalui sanksi etik atau mutasi. Ia menekankan perlunya transformasi mendalam dalam pendekatan kepolisian terhadap massa, dengan menghentikan kebiasaan menggunakan kekerasan berlebihan. Kepemimpinan baru, menurutnya, harus dibangun atas dasar perubahan nyata, bukan sekadar citra. Dalam uji kelayakan, Suyudi menyatakan akan menjadikan "polisi bersama masyarakat" sebagai doktrin utama, menegaskan bahwa Polri tidak akan mengambil alih fungsi lembaga lain, melainkan menjadi mitra dalam menjaga keamanan dan keadilan.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Polisi Buka Ruang Ulangi Penyidikan Jika Ada Bukti Baru Kasus Kematian Sutrimo
Polda Metro Jaya menyatakan akan kembali mengusut kematian Sutrimo jika muncul bukti baru, meski hasil penyelidikan hingga ekshumasi tidak temukan tanda kekerasan atau zat berbahaya.
2 Oktober 2026

Kolonel TNI Didakwa Gunakan Narkoba dari Pacar yang Jadi Pemasok
Kolonel TNI Cba Harfan Bahar divonis atas dugaan kepemilikan sabu-sabu dan ekstasi yang dikirim dari pacarnya sendiri, Januwati, melalui proses penyelundupan di bandara.
2 Oktober 2026

Penyelundupan Mesin Pesawat Rp30 Miliar Dibongkar di Batam
Tiga mesin pesawat bekas bernilai total Rp30 miliar yang diselundupkan dari Singapura ke Batam berhasil diamankan polisi, diduga akan dikirim ke Jakarta melalui modus pengiriman konstruksi.
2 Oktober 2026

Pengadilan AS Uji Kebijakan Tarif Global Trump
Pengadilan Perdagangan Internasional AS menguji legalitas tarif terhadap 60 negara yang diberlakukan menggunakan Pasal 301, setelah gugatan dari kelompok usaha kecil dan 25 negara bagian menilai kebijakan itu melampaui wewenang presiden.
1 Oktober 2026
Berita Lainnya

Avengers: Endgame Encore Siap Hadir dengan Konten Baru
Jumat, 2 Oktober 2026, 09.06 WITA

Lobang Buaya: 309 Hari Sebelum Tragedi
Jumat, 2 Oktober 2026, 09.06 WITA

Jim Hanson dan Perjalanan Menyelamatkan Anak Kecil di Perbatasan
Jumat, 2 Oktober 2026, 09.06 WITA

Komnas Anak Laporkan Bigmo atas Dugaan Eksploitasi Anak dalam Konten Vape
Jumat, 2 Oktober 2026, 09.05 WITA

Fjord dan NAZA Hadir di Jakarta World Cinema 2026
Jumat, 2 Oktober 2026, 09.05 WITA

Warga Rusun 609: Teror Arwah dan Perjuangan Bertahan di Tengah Ancaman Penggusuran
Jumat, 2 Oktober 2026, 09.05 WITA

<Anything But Ghosts Siap Guncang Bioskop Mei 2027>
Jumat, 2 Oktober 2026, 09.05 WITA

Keluarga Tak Setuju Hartnett Bintangi Verity, Reaksi Anak 12 Tahun Bikin Terkejut
Jumat, 2 Oktober 2026, 09.05 WITA

