Minggu, 25 Oktober 2026
iNarasikita — Mengubah Scroll Menjadi Senyuman

Kebakaran di Bochum Tewaskan Tiga Orang

Kebakaran di apartemen Bochum, Jerman, pada Selasa dini hari menewaskan tiga orang dan melukai lima lainnya, dengan operasi penyelamatan terhambat oleh asap tebal dan akses terbatas.

Oleh iNarasikitaRedaksi iNarasikita·Selasa, 13 Oktober 2026, 23.00 WITA·👁 2 orang membaca· 0 hari ini · 28x dibuka
Kebakaran di Bochum Tewaskan Tiga Orang📷 CNBC Indonesia

Kendari, ıNarasikita - Kebakaran hebat melanda sebuah gedung apartemen di Bochum, Jerman barat, pada Selasa dini hari sekitar pukul 04.15 waktu setempat, mengakibatkan tiga korban jiwa dan lima lainnya mengalami luka-luka. Api yang muncul secara tiba-tiba menyebar cepat, menyebabkan asap tebal merayap ke seluruh lantai dan menghambat akses evakuasi. Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi menemukan kondisi darurat dengan jalur tangga terhalang oleh api dan asap, mempersulit upaya penyelamatan.

Dalam operasi penanganan darurat, lima penghuni berhasil dievakuasi secara bertahap. Dua orang diselamatkan menggunakan tangga hidrolik, dua lainnya melalui tangga portabel, sementara satu korban berhasil menyelamatkan diri dengan melompat ke bantalan penyangga yang disediakan. Meski berhasil diselamatkan, kondisi kesehatan kelima korban masih dalam pemantauan, tanpa rincian lebih lanjut mengenai tingkat cedera yang dialami.

Tim medis dan petugas kepolisian segera tiba di lokasi untuk melakukan identifikasi dan penyelidikan. Di dalam unit apartemen lantai dua, petugas menemukan tiga jenazah yang diperkirakan menjadi korban utama kebakaran. Penyebab kebakaran masih dalam proses investigasi, termasuk kemungkinan adanya ketidakberadaan alat deteksi asap di unit yang terbakar. Identitas para korban belum dipublikasikan.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk menentukan penyebab awal kebakaran. Selain itu, pemeriksaan terhadap sistem keamanan gedung dan kelayakan peralatan keselamatan juga menjadi fokus utama. Hasil temuan akan digunakan untuk menilai kembali standar keselamatan di gedung perumahan di wilayah tersebut.

Komentar Pembaca (0)

Tanpa daftar · komentar bertautan ditinjau dulu

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.

Iklan
Iklan

Berita Terkait

Berita Lainnya