Kemenkop Usulkan Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Akhir Bulan
Kemenkop mengusulkan pencairan gaji manajer Kopdes Merah Putih setelah tanggal 25 setiap bulan, sambil memastikan kontrak tetap berlaku meski operasional belum maksimal.
Redaksi iNarasikita·Jumat, 16 Oktober 2026, 21.07 WITA·👁 3 orang membaca· 0 hari ini · 141x dibuka
📷 CNN IndonesiaKendari, ıNarasikita - Kementerian Koperasi tengah menyusun rencana pencairan gaji bagi manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih pada akhir bulan, tepatnya setelah tanggal 25. Usulan ini masih dalam tahap pengajuan dan belum berlaku secara definitif, namun menjadi bagian dari upaya penyempurnaan sistem remunerasi dalam program tersebut.
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi menegaskan bahwa seluruh manajer yang telah menandatangani kontrak kerja waktu tertentu tetap berhak menerima gaji, meskipun koperasi belum sepenuhnya beroperasi atau fasilitas pendukung belum lengkap. Keputusan ini diambil untuk menjamin kepastian hak pekerja sekaligus mendorong konsistensi operasional di tingkat desa.
Sampai saat ini, sebanyak 26.991 calon manajer telah menandatangani perjanjian kerja, sementara 159 orang memilih tidak melanjutkan dan 1.550 lainnya mengalami keterlambatan administrasi yang melebihi batas waktu. Seluruh pihak yang telah menandatangani kontrak langsung diberlakukan sebagai pegawai resmi dan masuk dalam sistem penggajian.
Sebanyak 17 ribu koperasi telah melewati proses verifikasi dan validasi, sehingga manajer ditempatkan secara resmi di unit yang telah memenuhi syarat operasional. Meski sejumlah koperasi masih menunggu kelengkapan fasilitas seperti kendaraan operasional dan rak penyimpanan, manajer tetap diminta mempersiapkan operasional melalui pemetaan kebutuhan ritel dan konsolidasi produk lokal yang siap dipasarkan.
Pihak Kemenkop menekankan bahwa manajer telah menjalani pelatihan dan peningkatan kapasitas untuk memastikan kesiapan dalam menjalankan tugas. Dengan dukungan sistem yang sedang disempurnakan, program ini bertujuan menciptakan koperasi desa yang mandiri, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi di tingkat lokal.
Komentar Pembaca (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar.
Berita Terkait

Madrasah Harus Jadi Ruang Belajar Inklusif dan Aman Digital
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI dorong transformasi madrasah menuju lingkungan belajar inklusif, aman secara digital, dan berkeadilan melalui kolaborasi semua pihak.
24 Oktober 2026
Sulut Juara Umum Kejurnas Pacuan Kuda 2026
Kontingen Sulawesi Utara keluar sebagai juara umum Kejurnas Pacuan Kuda Pordasi ke-60 Seri 2 tahun 2026, mengamankan Piala Presiden dalam perhelatan nasional.
24 Oktober 2026

7 Kebiasaan Sederhana untuk Hidup Lebih Bahagia
Studi menunjukkan bahwa kebahagiaan dapat dibangun melalui gaya hidup sehat, interaksi sosial, dan tujuan jangka panjang.
24 Oktober 2026

Pupuk Indonesia Dorong Ketahanan Pangan Lewat Irigasi Berkelanjutan
Pupuk Indonesia bersama Rabu Biru Foundation resmikan sistem irigasi di lima daerah, termasuk Gunungkidul, untuk tingkatkan produktivitas pertanian di lahan tadah hujan.
24 Oktober 2026
Berita Lainnya

D-8 Dorong Perdamaian Melalui Diplomasi dan Kolaborasi Ekonomi
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.26 WITA

PLTS Terapung di Waduk Tembesi Capai 74 Persen Progres
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

OJK Sultra Dorong Inklusi Keuangan Lewat BIK 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.25 WITA

Gubernur Kalteng Tanam Pohon di Lokasi Karhutla Tumbang Nusa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Menteri Tinjau Langsung BSPS di Jakarta Barat
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.24 WITA

Makan Sebelum dan Sesudah Olahraga, Kunci Optimalisasi Performa Tubuh
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.20 WITA

Monako Ungguli Dunia sebagai Tempat Tinggal Terbaik 2026
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.11 WITA

Honda Bikers Day 2026 Tancapkan Semangat Kebangkitan di Ambarawa
Sabtu, 24 Oktober 2026, 23.10 WITA

